MUARA TEWEH- Kebijakan pendidikan dan kesehatan gratis dinilai sebagai langkah strategis untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mengurangi kesenjangan sosial di Barito Utara. Hal ini disampaikan Anggota DPRD Barut Haji Tajeri yang mendorong pemerintah daerah merealisasikan kebijakan tersebut sebagai investasi jangka panjang pembangunan daerah.
Politisi yang konsisten menyuarakan isu sosial ini menegaskan, pendidikan dan kesehatan merupakan dua sektor yang saling berkaitan dan menjadi indikator utama kemajuan suatu daerah. Tanpa akses yang merata terhadap kedua layanan dasar ini, mustahil menciptakan masyarakat yang sejahtera dan berkeadilan.
“Mustahil kita dapat mencetak generasi penerus yang cerdas dan sehat jika akses terhadap dua hal mendasar ini masih menjadi beban berat bagi sebagian besar masyarakat,” ujar Haji Tajeri menegaskan pentingnya komitmen bersama dalam mewujudkan kebijakan ini.
Untuk sektor pendidikan, Haji Tajeri menekankan pentingnya pendekatan yang holistik. Menurutnya, program gratis harus mencakup seluruh komponen pendukung pendidikan, mulai dari fasilitas belajar yang layak, kualitas pengajaran yang baik, hingga bantuan alat-alat pembelajaran. Hal ini untuk memastikan tidak ada lagi diskriminasi dalam memperoleh pendidikan berkualitas.
Sementara di bidang kesehatan, ia mengingatkan pentingnya transformasi sistem layanan dari kuratif ke preventif. Dengan fokus pada pencegahan melalui layanan kesehatan dasar yang merata dan terjangkau, beban anggaran kesehatan jangka panjang justru dapat dikurangi sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Haji Tajeri menuturkan, sebagai wakil rakyat ia akan memastikan komitmen politik dan alokasi anggaran yang memadai dari Pemerintah Kabupaten dan Provinsi. Dengan sinergi antar level pemerintahan, program pendidikan dan kesehatan gratis diharapkan dapat terwujud sebagai bentuk nyata pelayanan negara kepada rakyat.
Realisasi kebijakan ini bukan hanya akan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia, tetapi lebih dari itu, akan menciptakan fondasi yang kuat untuk percepatan pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan di masa depan. (Arnold/red)
Tidak ada komentar