MUARA TEWEH — Di balik keindahan aliran Sungai Barito yang membelah Bumi IWAK, menyimpan risiko yang tak kasat mata. Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Rosi Wahyuni, mengingatkan masyarakat agar tak lengah saat beraktivitas di kawasan perairan tersebut, terutama dalam mengawasi anak-anak yang mandi maupun bermain air.
Rosi menilai, kondisi Sungai Barito kerap berubah secara dinamis dan sulit diprediksi. Debit air yang meningkat mendadak maupun permukaan yang surut justru sama-sama menyimpan potensi bahaya yang kerap diabaikan.
“Kami mengingatkan masyarakat, terutama para orang tua, agar selalu mengawasi anak-anak ketika bermain atau mandi di Sungai Barito. Jangan sampai karena terlihat aman, kewaspadaan justru berkurang,” ujar Rosi dengan nada tegas, Rabu (9/9/2026).
Menurut politisi yang akrab dengan persoalan sosial kemasyarakatan ini, pengawasan orang tua bukan sekadar kewajiban, melainkan benteng pertama untuk mencegah musibah. Anak-anak, katanya, perlu diberikan pemahaman sejak dini mengenai karakter sungai—bahwa arus bawah permukaan, lubang-lubang dalam, hingga benda-benda tajam di dasar sungai bisa mengancam keselamatan.
“Bukan hanya saat banjir, saat kemarau pun risiko tetap ada. Permukaan yang surut kadang membuat anak-anak berani bermain lebih jauh, dan itu justru lebih berbahaya,” tambahnya.
Rosi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling mengingatkan. Kepedulian kolektif, menurutnya, mampu menekan angka kecelakaan di perairan. Ia meminta agar aktivitas di sungai tidak dianggap remeh hanya karena rutinitas yang sudah berlangsung turun-temurun.
“Keselamatan harus menjadi yang utama. Lebih baik kita waspada dan mencegah daripada menyesal setelah terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Rosi berharap kesadaran masyarakat Barito Utara terhadap keselamatan di sungai semakin meningkat. Ia ingin Sungai Barito tetap menjadi kebanggaan, bukan duka.
“Semoga masyarakat semakin sadar pentingnya keselamatan saat beraktivitas di sungai, dan tidak ada lagi korban akibat kelalaian maupun kurangnya pengawasan,” pungkasnya.
Tidak ada komentar