Bupati Barito Utara: Percepatan Pembangunan Bukan Berarti Tergesa-gesa, Harus Terukur dan Tepat Sasaran

redaksi
1 Sep 2026 21:52
2 menit membaca
MUARA TEWEH– Bupati Barito Utara H. Shalahuddin, ST., MT meminta seluruh perangkat daerah untuk memperkuat langkah percepatan pembangunan melalui pelaksanaan program unggulan GASPOLL 11-12 secara konkret dan terukur. Arahan ini disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Pembangunan Kabupaten Barito Utara Tahun 2026 di Gedung Balai Antang, Selasa (1/9/2026) siang.
Menurut Bupati, esensi percepatan pembangunan bukanlah bekerja secara tergesa-gesa tanpa perhitungan. Sebaliknya, percepatan dimulai sejak awal melalui perencanaan matang, eksekusi terarah, serta kemampuan aparatur dalam mengantisipasi kendala di lapangan. Ia menegaskan bahwa setiap rupiah dalam APBD adalah amanah masyarakat yang harus segera diwujudkan dalam program nyata yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga .
“Percepatan bukan berarti terburu-buru, tetapi bergerak lebih awal dan bekerja lebih terencana. Setiap perangkat daerah harus mampu mengidentifikasi kegiatan yang belum berjalan, mengetahui kendalanya, dan segera mengambil langkah penyelesaian,” tegas Shalahuddin.
Lebih lanjut, Bupati meminta agar program GASPOLL 11-12 tidak berhenti sebagai slogan belaka. Setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) wajib menerjemahkannya ke dalam target kerja yang jelas, terukur, memiliki penanggung jawab, dan batas waktu penyelesaian yang tegas. Program ini merupakan integrasi dari 11 program unggulan dan 12 kegiatan prioritas yang menjadi kerangka kerja pembangunan daerah, dengan fokus pada penguatan SDM serta pembangunan infrastruktur strategis .
“Jangan sampai hanya menjadi slogan, tetapi harus diwujudkan melalui target kerja yang jelas, terukur, memiliki penanggung jawab, dan batas waktu penyelesaian,” ujarnya.
Shalahuddin juga mengingatkan agar potensi keterlambatan kegiatan segera diidentifikasi dan ditangani sejak dini, baik itu terkait administrasi, teknis, pengadaan, maupun koordinasi. Ia menekankan bahwa capaian pembangunan tidak boleh hanya diukur dari persentase penyerapan anggaran semata, melainkan harus berorientasi pada output dan outcome yang benar-benar dirasakan masyarakat .
“Yang kita kejar bukan sekadar persentase penyerapan, tetapi output dan outcome yang benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Untuk memastikan pelaksanaan sesuai target, seluruh perangkat daerah diminta melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala serta menyediakan data realisasi fisik dan keuangan yang akurat. Bupati menekankan pentingnya kecepatan kerja yang tetap mengedepankan prinsip akuntabilitas, transparansi, dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dalam proses pengadaan barang dan jasa .
“Jangan takut mengambil keputusan, tetapi jangan pula mengambil keputusan di luar aturan. Kita harus bekerja cepat sekaligus tetap menjaga integritas,” tegasnya.
Di akhir arahannya, Shalahuddin mendorong seluruh jajaran Pemkab Barito Utara untuk membangun budaya kerja yang responsif, disiplin, dan berorientasi pada penyelesaian. Ia berharap pemerintah daerah dapat membuktikan kemampuan bekerja cepat, tepat, dan tuntas demi terwujudnya Barito Utara yang maju dan sejahtera.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
x
Seedbacklink