MUARA TEWEH – Pembangunan Jembatan Lahei di Kabupaten Barito Utara diproyeksikan menelan anggaran sekitar Rp400 miliar. Jembatan dengan bentang 360 meter itu menjadi penghubung penting antara ibu kota Kecamatan Lahei dengan wilayah sekitarnya, termasuk Kecamatan Lahei Barat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Barito Utara Rodi dalam laporan pada saat groundbreaking, Kamis (8/10/2026), menyebutkan secara keseluruhan estimasi kebutuhan anggaran pembangunan Jembatan Lahei mencapai sekitar Rp400 miliar. Untuk tahun anggaran 2026, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp24 miliar. Pembangunan direncanakan berlangsung secara bertahap dan ditargetkan selesai hingga tahun anggaran 2029.
Secara teknis, Jembatan Lahei dirancang sebagai jembatan tipe B kelas B dengan lebar badan jembatan 6 meter, dilengkapi bahu jalan masing-masing sekitar 0,5 meter di sisi kiri dan kanan. Jembatan memiliki panjang bentang sekitar 360 meter dan didesain mampu menahan beban kendaraan hingga 50 ton.
Rodi menegaskan, pembangunan jembatan bertujuan membuka konektivitas dan memperlancar aksesibilitas antara ibu kota Kecamatan Lahei dengan wilayah sekitarnya. “Tujuan pembangunan jembatan adalah untuk membuka konektivitas dan memperlancar aksesibilitas antara ibu kota Kecamatan Lahei dengan wilayah sekitarnya,” kata Rodi.
Pembangunan Jembatan Lahei merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan aksesibilitas masyarakat sekaligus mendukung pelaksanaan 12 program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Barito Utara. Kehadiran jembatan diharapkan memperlancar mobilitas warga, memperpendek akses antarkawasan, serta membuka konektivitas wilayah yang selama ini menjadi kebutuhan penting dalam mendukung aktivitas ekonomi dan pelayanan masyarakat.
Tidak ada komentar