Muara Teweh — Pemerintah Kabupaten Barito Utara menyampaikan dukungan dan doa mendalam bagi seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8/2026) dini hari.
Gempa tektonik yang dipicu oleh aktivitas Sesar Naik Busur Belakang Flores itu terjadi pada pukul 04.58 WIB atau 05.58 WITA. Pusat gempa berada di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer. Guncangan dahsyat tersebut bahkan terasa hingga Pulau Lombok di Nusa Tenggara Barat.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami menyusul gempa utama. Peringatan tersebut resmi dicabut pada pukul 07.31 WIB setelah pemantauan menunjukkan kondisi muka air laut relatif aman. Hingga kini, BMKG masih mencatat ratusan gempa susulan yang terus mengguncang wilayah tersebut.
Pemerintah Provinsi NTT telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari, terhitung sejak 15 hingga 28 Agustus 2026, guna mempercepat penanganan dampak bencana dan memobilisasi seluruh sumber daya yang tersedia.
“Kami segenap Pemerintah Kabupaten Barito Utara menyampaikan doa dan dukungan bagi seluruh saudara-saudara kita yang terdampak bencana gempa bumi di NTT,” demikian pernyataan resmi Bupati Barito Utara Haji Shalahuddin.
Mewakili pemkab Barut, Shalahuddin juga menyampaikan harapan agar seluruh korban dan masyarakat terdampak diberikan keselamatan, kekuatan, serta ketabahan. Proses evakuasi, pencarian, dan penanganan bencana diharapkan dapat berjalan lancar, serta bantuan segera menjangkau seluruh wilayah yang membutuhkan.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari pemerintah, BPBD, BMKG, TNI-Polri, dan Basarnas selama masa tanggap darurat berlangsung.
Mari bersama-sama mendoakan keselamatan dan pemulihan bagi seluruh masyarakat terdampak. Bersama, kita kuat dan saling menguatkan. (Old)
Tidak ada komentar