DPRD Minta Pemkab Barito Utara Perkuat Antisipasi Kabut Asap, Masker dan Libur Sekolah Jadi Opsi

redaksi
2 Sep 2026 22:41
2 menit membaca
MUARA TEWEH – Kabut asap mulai menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Barito Utara, mengganggu aktivitas warga dan memicu kekhawatiran akan dampak kesehatan. DPRD setempat pun mendesak Pemerintah Kabupaten Barito Utara untuk segera mengambil langkah antisipasi yang lebih serius dan terkoordinasi.
Anggota DPRD Barito Utara, Gun Sriwitanto, menyatakan bahwa kondisi berkabut yang terjadi di tengah musim kemarau ini harus menjadi perhatian semua pihak, baik pemerintah daerah maupun masyarakat. Ia menyoroti perlunya perlindungan kesehatan secara kolektif, termasuk dengan memperluas pembagian masker kepada warga.
“Pemerintah Kabupaten Barito Utara bersama organisasi-organisasi dan seluruh elemen masyarakat, mari kita bergandengan tangan untuk membantu masyarakat, salah satunya melalui pembagian masker,” ujar Gun saat ditemui di Gedung DPRD Barito Utara, (2/9/2026).
Ia mengimbau warga yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan agar menggunakan masker guna mengurangi risiko paparan partikel asap. Lebih jauh, Gun meminta agar kualitas udara turut diperhatikan dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan. Ia mengusulkan Dinas Pendidikan mempertimbangkan opsi penghentian sementara proses belajar mengajar jika kondisi udara dinilai sudah membahayakan kesehatan siswa.
“Untuk anak-anak sekolah, kalau memungkinkan dan sudah ada aturannya, silakan untuk bisa diliburkan,” tegasnya.
Tak hanya soal perlindungan kesehatan, politisi ini juga menyoroti akar persoalan. Menurutnya, pencegahan sumber asap jauh lebih utama. Ia menekankan pentingnya menghentikan praktik pembakaran hutan dan lahan yang kerap terjadi di musim kemarau.
Gun memahami bahwa sebagian petani dan pekebun membutuhkan lahan untuk bercocok tanam. Namun, ia meminta agar pembukaan lahan tidak dilakukan dengan cara dibakar.
“Memang saat musim kemarau seperti sekarang ini tidak luput dari kegiatan masyarakat, khususnya para petani atau pekebun yang membutuhkan pembukaan lahan. Namun kami mengimbau agar tidak membakar hutan dan lahan,” tegasnya.
Ia berharap, dengan keterlibatan aktif masyarakat dalam mencegah kebakaran, sumber asap dapat ditekan dan kualitas udara di Barito Utara serta Kalimantan Tengah secara umum tetap terjaga.
“Setidaknya dengan tidak membakar hutan dan lahan, kita bisa mengurangi kabut asap yang ada di Kabupaten Barito Utara khususnya dan Kalimantan Tengah pada umumnya,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
x
Seedbacklink