Banjir Langganan, Puskesmas Lahei Barat Diusulkan Direlokasi, Ambulans Air Jadi Solusi Darurat

redaksi
8 Sep 2026 21:21
2 menit membaca

LAHEI BARAT – Di balik gemerlap program pembangunan, Kecamatan Lahei Barat menyimpan sejumlah persoalan mendasar yang membutuhkan perhatian serius pemerintah. Dalam audiensi dengan Bupati Barito Utara, Selasa (8/9/2026), Plt. Camat Helen Perdana menyampaikan sejumlah usulan krusial yang menjadi keluhan warga selama bertahun-tahun.

Salah satu yang paling mendesak adalah relokasi Puskesmas Lahei Barat. Pasalnya, puskesmas yang selama ini melayani ribuan masyarakat itu berada di lokasi rawan banjir. “Setiap musim hujan, puskesmas ini yang paling awal terdampak. Pelayanan kesehatan terganggu, bahkan kerap terpaksa ditutup,” ungkap Helen di hadapan Bupati H. Shalahuddin dan rombongan.

Sebagai solusi darurat, pihak kecamatan mengusulkan pengadaan ambulans air. Evakuasi pasien melalui jalur sungai dinilai menjadi pilihan paling realistis mengingat akses darat menuju Desa Ninga Hilir kerap lumpuh total saat banjir melanda. “Kami butuh sarana evakuasi yang andal di musim banjir. Darat macet, sungai jadi satu-satunya harapan,” tambahnya.

Di sektor infrastruktur, warga dari empat desa—Penaululu, Hulu Hilir, Teluk Malewai, dan Haparju—masih bergantung pada sumur bor yang dibiayai Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Sementara itu, pembukaan jalan baru sepanjang 120 meter menuju Desa Karamuan mendapat sambutan hangat warga, meski mereka berharap pembangunan bisa dilanjutkan hingga tuntas.

Kabar baik datang dari sektor kelistrikan. Jaringan listrik dari Karamuan hingga Loe Hilir kini telah menyala 24 jam penuh, sebuah pencapaian yang dinanti puluhan tahun. Namun, jaringan telekomunikasi Telkomsel masih rentan padam setiap kali listrik mati, menyulitkan warga berkomunikasi dalam situasi darurat.

Sementara itu, Bupati dalam kunjungannya juga mengingatkan ancaman kebakaran lahan di tengah cuaca kering. Ia meminta seluruh pihak di tingkat desa untuk waspada dan melakukan antisipasi dini.

Warga berharap usulan-usulan yang telah disampaikan tidak berhenti sekadar catatan audiensi. “Kami ingin puskesmas yang aman, air bersih yang cukup, dan jalan yang layak. Itu sudah lebih dari cukup,” ujar salah satu perwakilan desa yang hadir.

Dengan kunjungan ini, harapan baru bagi warga Lahei Barat pun kembali menyala—semoga janji pelayanan dan kehadiran negara benar-benar terwujud di tanah mereka.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
x
Seedbacklink