Bupati Barito Utara Ikut Rakor Nasional Terkait Karhutla

redaksi
7 Sep 2026 21:43
2 menit membaca
Muara Teweh – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Barito Utara. Bupati H. Shalahuddin bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan seluruh kepala SKPD mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakor) Puncak Penanggulangan Karhutla 2026 yang digelar secara daring, Senin (7/9/2026).
Rakor yang berlangsung dari Ruang Rapat A Sekretariat Daerah Barito Utara ini dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Djamri Chaniago, dan dihadiri oleh jajaran pimpinan tertinggi Kepolisian RI, Kejaksaan Agung, serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto. Tidak hanya itu, acara yang terpusat dari Jakarta ini turut diikuti oleh seluruh kepala daerah dan forum pimpinan daerah se-Indonesia, serta 358 perusahaan pemegang Hak Guna Usaha (HGU) dan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) yang menjadi sorotan utama.
Dalam laporannya, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan data terbaru bahwa luas karhutla gambut aktif nasional masih berada di angka terkendali, yaitu 734,81 hektare di delapan wilayah prioritas seperti Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, dan Jambi. Namun, perhatian khusus tertuju pada kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur yang mencatat luas terdampak mencapai 458 hektare, sehingga menjadi titik rawan yang harus dijaga ekstra ketat.
Menko Polkam Djamri Chaniago menegaskan bahwa penanggulangan karhutla tidak bisa berjalan setengah hati. “Seluruh perusahaan pemegang konsesi wajib bertanggung jawab penuh. Tidak ada toleransi bagi yang lalai. Tingkatkan patroli, siagakan personel dan peralatan pemadam di setiap wilayah operasional,” tegasnya. Ia juga mengingatkan bahwa aparat penegak hukum akan menindak tegas korporasi yang terbukti menyebabkan kebakaran, baik melalui kelalaian maupun tindakan disengaja.
Mengakhiri rakornas, Bupati H. Shalahuddin menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Barito Utara berkomitmen penuh untuk bersinergi dengan pusat, TNI-Polri, hingga sektor swasta dalam mengantisipasi dan mengendalikan karhutla di wilayah Bumi Iya Mulik Bengkang Turan.
“Langkah preventif ini sangat krusial. Kami tidak hanya melindungi lingkungan dan ekosistem, tetapi juga kesehatan masyarakat serta masa depan generasi penerus. Pengawasan harus dilakukan hingga ke akar-akarnya,” ujar Shalahuddin dengan tegas usai mengikuti rakornas.
Dengan komitmen yang menggelora dan koordinasi yang solid, Barito Utara optimis mampu menekan risiko karhutla dan menjaga kabupaten ini tetap hijau, aman, serta berkelanjutan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
x
Seedbacklink