5 Jenazah Korban Pembunuhan di Perbatasan Kalteng-Kaltim Diautopsi di RSUD Muara Teweh

redaksi
21 Apr 2026 16:33
2 menit membaca

MUARA TEWEH–Lima jenazah korban pembunuhan di Perbatasan Kalimantan Tengah-Kalimantan Timur dilakukan autopsi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muara Teweh, Selasa 21 April 2026. Autopsi dilakukan oleh dokter Forensik beserta tim dari Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya.

Kasat Reskrim Polres Barut, AKP Ricky Hermawan, menjelaskan bahwa autopsi berlangsung di RSUD Muara Teweh. Proses tersebut dipimpin langsung oleh dokter Ricka beserta delapan stafnya, didampingi unit identifikasi dan penyidik.

“Hari ini sudah berlangsung. Kami bekerja sama dengan Rumah Sakit Bhayangkara, dokter forensik sudah hadir. Prosesnya masih berjalan, hasilnya kami masih tunggu bersama,” ujar AKP Ricky kepada awak media.

Menurut Ricky, autopsi memiliki peran penting dalam penyelidikan kasus pembunuhan. Meski secara kasat mata jenazah terlihat mengalami luka-luka, polisi tidak memiliki kewenangan dan kompetensi untuk menentukan penyebab mematikan seseorang.

“Kami polisi tidak berwenang dan tidak kompeten di bidang itu. Itu adalah ilmu kedokteran. Yang berhak menyatakan secara resmi dan memiliki legalitas sertifikasi adalah dokter forensik,” tegasnya.

Ia menjelaskan, prosedur autopsi dilakukan secara standar operasional prosedur (SOP), mulai dari pemeriksaan luar hingga dalam. Seluruh organ dalam manusia diperiksa secara teliti, dari ujung rambut kepala hingga kaki.

“Nanti akan ditemukan dari sekian banyak luka, yang mana yang benar-benar menyebabkan seseorang kehilangan nyawa. Apakah karena benda tumpul, atau tembakan misalnya. Itu akan menjadi alat bukti dalam pemberkasan tindak pidana,” jelas AKP Ricky.

Lebih lanjut, hasil autopsi juga akan sangat membantu penyidik dalam mengarahkan penyelidikan.

“Dari arah mana luka datang, benda apa yang digunakan, kalau tembakan bisa diperkirakan jaraknya. Semua itu terlihat. Ini menjadi panduan bagi penyidik untuk mengungkap kasus,” tambahnya.

AKP Ricky mencontohkan, hasil visum akan sangat berguna saat interogasi dan pemeriksaan tersangka. Jika keterangan pelaku tidak sesuai dengan temuan medis, maka autopsi menjadi bantuan besar dalam proses penyelidikan.

“Semua berguna. Mulai dari menentukan sebab kematian, alat bukti, hingga membantu jalannya penyelidikan,” ujarnya.

Polisi berharap hasil autopsi bisa segera dituangkan dalam bentuk tulisan. Kemungkinan hasil resmi baru bisa dirilis pada malam hari atau setelah dokter forensik menyelesaikan pekerjaannya.

“Mudah-mudahan bisa segera. Nanti pada saat rilis kita bahas hasilnya. Saya berani membahas beberapa hal kalau sudah ada hasil yang valid. Karena yang berkompeten menyampaikan adalah dokternya,” pungkas AKP Ricky.

Saat ini, kelima jenazah masih dalam proses pemeriksaan forensik di RSUD Muara Teweh. Masyarakat dan keluarga korban diminta bersabar menunggu hasil resmi dari kepolisian. (Arnold/red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
x
Seedbacklink

You cannot copy content of this page