YOGYAKARTA — Di balik gemuruh reformasi birokrasi, ada satu tujuan utama yang tak pernah lekang: kepentingan rakyat. Pemerintah Kabupaten Barito Utara mengirimkan rombongan besar ke Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (4/8/2026), bukan sekadar untuk studi banding seremonial, melainkan untuk membawa pulang resep pelayanan publik yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Dipimpin Bupati H. Shalahuddin bersama Wakil Bupati Felix Soenadi Y. Tingan dan Sekretaris Daerah Muhlis, rombongan disambut hangat oleh Kepala Dinas Kesehatan DIY, dr. Gregorius Anung Trihadi, di Ghedong Pracimasana, Kompleks Kantor Gubernur DIY. Dalam pertemuan yang berlangsung penuh keakraban itu, Bupati Shalahuddin menyampaikan harapan besar agar hasil kaji tiru dapat mendorong lahirnya inovasi yang berdampak langsung kepada masyarakat Barito Utara.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran, pertukaran pengalaman, dan menggali praktik-praktik terbaik yang telah diterapkan Pemda DIY,” ujar Shalahuddin.
Apa yang membuat DIY layak ditiru? Selain predikat “Sangat Memuaskan” dalam AKIP selama delapan tahun berturut-turut, DIY dinilai berhasil membangun sistem pelayanan publik yang transparan dan berorientasi pada hasil.
Gubernur DIY dalam sambutan tertulisnya menekankan bahwa pemerintah daerah tidak cukup hanya mengejar output atau keluaran program, tetapi harus memastikan adanya outcome dan dampak nyata yang dirasakan masyarakat.
Pesan ini sejalan dengan visi Pemkab Barito Utara yang ingin menghadirkan pelayanan publik lebih baik bagi warganya. Kegiatan kaji tiru yang berlangsung selama empat hari hingga 7 Agustus 2026 ini juga akan menjangkau Kabupaten Gunung Kidul, Bantul, dan Kulon Progo untuk mempelajari praktik-praktik terbaik di tingkat kabupaten.
Di penghujung acara, kedua pihak saling bertukar cinderamata sebagai simbol sinergi dan kerja sama antardaerah. Bupati Shalahuddin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas keterbukaan Pemerintah DIY dalam berbagi pengalaman. Kini, tantangan sesungguhnya menanti: bagaimana mentransformasi ilmu yang diperoleh menjadi layanan nyata yang menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat Barito Utara.
Tidak ada komentar