Ada Masalah Internal, Satu Dapur MBG di Barito Utara Tutup Sementara

redaksi
9 Apr 2026 14:11
2 menit membaca

MUARA TEWEH – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Melayu, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah ditutup sementara.

Terhentinya operasional dapur MBG yang bernaung dibawah Yayasan Boga Bina Indonesia Satu itu berlaku sejak tanggal 15 Maret 2026 lalu, namun baru diumumkan pada tanggal 23 Maret 2026.

Dalam surat yang ditandatangi oleh Kepala SPPG, Resti Ryani pada tanggal 23 Maret lalu dikatakan bahwa pemberhentian sementara operasional dapur MBG tersebut berlaku hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

“Dapur SPPG Barito Utara Teweh Tengah Melayu terhitung dari hari Minggu 15 Maret 2026 berhenti operasional sementara dengan batas waktu yang tidak ditentukan,” ujar Resti dalam surat yang diterima awak media belum lama ini.

Dalam surat tersebut juga Resti tidak dapat menyebutkan alasan pemberhentian operasional satu persatu. Selain itu, dirinya juga meminta maaf atas adanya berita atau informasi terkait.

Terpisah melalui Ahmad Saputra yang merupakan salah satu perwakilan dari pihak SPPG, Resti membenarkan adanya penutupan tersebut serta menjelaskan bahwa penutupan itu dikarenakan adanya permasalahan internal.

“SPPG Barito Utara Teweh Tengah Melayu berhenti operasional karena ada masalah internal. Namun masalahnya sudah clear (selesai),” ujar Resti yang dihubungi oleh Ahmad Saputra kepada awak media ini, Kamis 09 April 2026.

Meski demikian, Resti menyebutkan bahwa sejumlah perbaikan telah dan akan terus dilakukan sebelum operasional dapat kembali berjalan. Beberapa aspek yang tengah dibenahi meliputi sumber daya manusia (SDM), manajemen, hingga infrastruktur.

“Ada beberapa hal yang sudah dilaksanakan dan dibenahi, baik dari segi SDM, manajemen, maupun infrastruktur,” jelasnya.

Resti menambahkan, jika seluruh persyaratan tersebut telah terpenuhi, maka pihak mitra atau yayasan dapat mengajukan permohonan agar SPPG kembali beroperasi. Namun, keputusan akhir tetap menunggu arahan dari pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN).

“Jika hal tersebut sudah terpenuhi, maka dari pihak mitra atau yayasan bisa mengajukan operasional kembali. Setelah itu menunggu arahan dari pimpinan BGN. Jika surat pencabutan sudah keluar, baru bisa operasional kembali,” tegas Resti.

Terpisah salah satu kepala sekolah yang selama ini muridnya menerima MBG dari dapur SPPG di Jalan Imam Bonjol membenarkan juga bahwa pihaknya sudah tidak lagi menerima MBG.

“Kami sejak dari tanggal 30 Maret sudah tidak ada lagi MBG,” ujar salah satu kepsek di sekolah swasta itu.

Saat ditanya apakah mendapatkan surat pemberhentian sementara dapur SPPG terkait, kepsek tersebut mengiyakan, namun tidak mengetahui alasan penutupan.

“Suratnya kami terima, tetapi alasanya kami tidak tahu,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui bahwa dapur MBG di Jalan Imam Bonjol, Melayu, Muara Teweh tersebut dilaunching pada pertengahan Oktober 2025 lalu.(Arnold/red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
x
Seedbacklink

You cannot copy content of this page