
PALANGKA RAYA – Ratusan orang yang terdiri dari mahasiswa, pelajar, driver ojek online (ojol), dan masyarakat umum menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolda Kalimantan Tengah, Jumat (29/8).
Aksi yang digelar sebagai bentuk belasungkawa sekaligus protes ini dipicu oleh tewasnya rekan mereka, Affan Kurniawan, seorang driver ojol yang meninggal setelah tertabrak kendaraan taktis Brimob sehari sebelumnya.
Suasana haru dan kemarahan menyelimuti lokasi aksi. Para pengunjuk rasa menyalakan lilin dan menyusunnya mengelilingi sebuah jaket ojol, simbol dari korban, sebagai bentuk penghormatan terakhir.
“Aksi ini merupakan bentuk solidaritas kami sesama ojol,” ujar Dedy Wahyu Saputra (22), perwakilan ojol Palangka Raya.
Melalui orasinya, massa mendesak Kapolda Kalteng untuk mengusut tuntas kasus kematian Affan secara transparan. Mereka juga meminta jaminan bahwa kejadian serupa tidak akan terulang terhadap warga lainnya oleh anggota Polri di daerah tersebut.
Aksi berlangsung panas, ditandai dengan pembakaran ban dan teriakan “pembunuh” ke aarah petugas. Ketegangan sempat memuncak yang mengakibatkan saling dorong antara aparat dan massa, disertai lemparan botol dan benda lainnya dari kerumunan. (Arnold/red)
Tidak ada komentar