Gerindra Siapkan Hadiah 10 Juta Rupiah untuk Pelapor Mafia BBM Subsidi di Barito Utara

redaksi
20 Apr 2026 11:16
2 menit membaca

MUARA TEWEH- Partai Gerindra secara nasional atau seluruh indonesia mengumumkan perang terhadap praktik ilegal atau penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Perang melawan para mafia minyak ilegal yang menjadi hak rakyat tak mampu tersebut tak hanya dengan mendorong para penegak hukum untuk bekerja maksimal, tetapi juga dengan melibatkan masyarakat untuk aktif melapor jika menemukan adanya praktik BBM ilegal.

Terhadap masyarakat yang melaporkan adanya praktik ilegal disekitar lingkungannya diberikan hadiah uang tunai sebesar 10 juta rupiah.

“Partai Gerindra menyiapkan Rp 10 juta bagi siapa pun masyarakat yang memberikan informasi mengenai penyelewengan BBM subsidi,” kata Ketua DPP Partai Gerindra, Bambang Haryadi belum lama ini dilansir dari website resmi Gerindra.

Menindaklanjuti yang disampaikan oleh DPP Gerindra, Ketua DPC Gerindra Barito Utara Haji Tajeri meneruskan syalembara tersebut dilevel daerah, khususnya Kabupaten Barito Utara.

“Partai Gerindra Barito Utara menyiapkan Rp10 juta bagi siapa pun masyarakat Barito Utara yang memberikan informasi mengenai penyelewengan BBM subsidi,” ujar Haji Tajeri di Muara Teweh, Senin (20/4/2026).

Menurut Tajeri, pengawasan publik adalah kunci untuk menutup celah kebocoran BBM bersubsidi yang merugikan negara dan rakyat tak mampu.

“Silakan rekam aktivitas yang diduga atau dicurigai merupakan penyelewengan BBM subsidi. Setelah itu, serahkan buktinya kepada kami,” ujarnya.

Tajeri menegaskan bahwa hadiah ini diberikan sebagai bentuk komitmen partai, bukan sekadar gertakan. Ia menjamin keamanan pelapor dan mengajak warga agar tidak takut melawan praktik yang merugikan keuangan negara tersebut.

“Jangan takut. Ini demi kebaikan masyarakat Barito Utara,” ujar politisi dari partai besutan Prabowo Subianto itu.

Ia kembali mengingatkan bahwa penyalahgunaan BBM subsidi harus diperangi bersama demi kebaikan bersama pula di Bumi Iya Milik Bengkang Turan.

“Gerindra menolak keras penyelewengan BBM subsidi. Pengawasan ini harus dilakukan bersama agar bantuan pemerintah benar-benar tepat sasaran,” pungkas Haji Tajeri. (Arnold)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
x
Seedbacklink

You cannot copy content of this page