Barito Utara Dikukuhkan Sebagai “Rumah Owa”, Menteri LHK Tinjau Langsung Upaya Penyelamatan Primata Langka

redaksi
6 Des 2025 10:54
2 menit membaca

MUARA TEWEH – Suara khas owa yang melengking di tengah hutan Kalimantan Tengah mendapat perhatian khusus pemerintah pusat. Jumat (5/12/2025), Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, secara langsung meninjau fasilitas rehabilitasi dan suaka owa di Kabupaten Barito Utara, menandai komitmen negara dalam perlindungan satwa terancam punah.

Kunjungan kerja ini berpusat di Pusat Suaka Owa (Owa Sanctuary Center) yang dikelola Yayasan Kalaweit Indonesia. Menteri didampingi Wakil Bupati Barito Utara, Felix Sonadie Y. Tingan, dan jajaran pemerintah daerah, menyelami upaya konservasi primata endemik yang populasinya terus terdesak alih fungsi hutan dan perdagangan ilegal.

Dalam dialog tertutup dengan pemerintah daerah dan pengelola suaka, Menteri Raja Juli Antoni mendorong sinergi strategis antara pemerintah, lembaga konservasi, dan masyarakat. “Perlindungan owa dan hutannya adalah tanggung jawab kita bersama. Dukungan penuh akan terus kami berikan untuk pengelolaan hutan berkelanjutan di Barito Utara,” tegas Menteri dalam pernyataannya.

Ketua Yayasan Kalaweit Indonesia Barito Utara, Chanee Kalaweit, menyambut langkah strategis pemerintah ini. Ia menegaskan komitmen yayasannya untuk terus bekerja sama erat dengan semua pihak. “Fokus kami adalah melindungi dan memulihkan populasi owa serta habitat aslinya, yang merupakan modal alam tak ternilai,” ujar Chanee.

Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan menekankan bahwa kekayaan alam Barito Utara, termasuk owa, adalah aset yang harus dijaga. “Spesies terancam ini adalah bagian dari identitas kami. Sinergi dengan pusat dan mitra konservasi akan kami tingkatkan untuk menjaga warisan alam ini,” paparnya.

Puncak kunjungan diwarnai dengan peresmian simbolis Pusat Suaka Owa melalui penandatanganan prasasti oleh Menteri LHK. Kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan lapangan ke kandang-kandang rehabilitasi, di mana Menteri melihat proses perawatan dan pemulihan owa sebelum dilepasliarkan.

Kunjungan ini diharapkan bukan sekadar seremoni, melainkan momentum penguatan kebijakan konservasi di tingkat tapak. Dampak nyata yang diharapkan adalah peningkatan kesadaran publik dan aksi kolektif untuk menjaga kelestarian owa dan ekosistem hutannya, meneguhkan Barito Utara sebagai rumah terakhir yang aman bagi primata penyanyi Kalimantan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
x
Seedbacklink

You cannot copy content of this page