Dampingi Anak Gunakan Gadget, Legislator Barut Soroti Dua Sisi Mata Uang Digital

redaksi
8 Des 2025 20:24
2 menit membaca

MUARA TEWEH– Di tengah derasnya arus teknologi, Anggota DPRD Barito Utara, Wardatun Nur Jamilah, mengingatkan para orang tua untuk secara cermat memahami dua sisi mata uang dari penggunaan gadget pada anak. Menurutnya, pendampingan yang bijaksana adalah kunci memaksimalkan manfaat dan meminimalkan mudaratnya.

Politikus dari Fraksi PPP ini mengakui bahwa gadget memiliki potensi besar sebagai perpustakaan dan ruang kelas digital bagi anak-anak. Beragam konten positif, seperti tontonan edukatif, video kreativitas, dan tutorial keterampilan, dapat dengan mudah diakses untuk merangsang minat belajar dan imajinasi mereka. “Dari sisi positif, gadget dapat menjadi sarana pembelajaran yang efektif,” ujar Wardatun, 8 Desember 2025.

Namun, di balik potensi positifnya, Wardatun memperingatkan adanya dampak negatif yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Tanpa filter dan bimbingan dari orang tua, anak-anak rentan terpapar konten yang tidak sesuai dan terjebak dalam kecanduan. “Tanpa pengawasan, anak-anak cenderung bebas memilih tontonan dan permainan yang mereka sukai, termasuk game, yang berisiko membuat mereka lupa waktu dan ketagihan,” jelasnya.

Kecanduan gadget inilah, lanjutnya, yang menjadi titik awal dari berbagai masalah lain. Ketika anak sudah kecanduan, tidak hanya kreativitas yang menurun, tetapi juga waktu untuk aktivitas fisik, interaksi sosial langsung, dan bahkan belajar menjadi terabaikan. Hal ini dapat berdampak panjang pada perkembangan psikologis dan sosial anak.

Sebagai solusi, Wardatun tidak hanya sekadar menyerukan larangan, tetapi mendorong pendekatan yang lebih konstruktif. Ia menekankan pentingnya edukasi dari orang tua serta pembuatan aturan main yang jelas di rumah. “Orang tua bisa membuat jadwal penggunaan agar anak tidak menghabiskan waktu terlalu lama di depan layar,” sarannya.

Dengan demikian, ia berharap orang tua dapat menjadi pilot yang handal dalam mengarahkan anaknya mengarungi samudera informasi di dunia digital.

“Selalu awasi apa yang mereka lakukan,” tutup Wardatun, menegaskan bahwa tanggung jawab utama ada di pundak orang tua untuk memastikan teknologi menjadi kawan, bukan lawan, dalam proses tumbuh kembang anak. (Arnold/red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
x
Seedbacklink