MUARA TEWEH– Dalam forum yang dihadiri tokoh agama dan masyarakat, Bupati Barito Utara, Shalahuddin, justru membuka pembahasan mengenai persoalan teknis pelayanan publik yang krusial: kinerja PDAM. Sorotan tersebut ia sampaikan dalam acara Pengukuhan Pengurus MUI Barito Utara, Rabu (10/12/2025).
Bupati mengakui bahwa keluhan masyarakat terhadap distribusi dan kualitas air merupakan hal yang serius dan telah sampai di meja kepemimpinannya. Respons pun langsung diberikan dengan langkah konkret. “Dirinya sudah memanggil Dirut PDAM untuk mengecek langsung kualitas air yang ada,” ujarnya.
Tidak main-main, Bupati meminta pemeriksaan dimulai dari lingkungan terdekatnya sendiri sebagai sampel. Ia mengungkapkan kekecewaannya saat menunjukkan air berwarna tidak jernih yang dialirkan ke Rumah Jabatannya. “Nah coklat, masa ini yang dimandikan,” kata Shalahuddin, menggambarkan dialognya dengan pimpinan PDAM saat itu.
Dari titik masalah itu, Bupati kemudian memaparkan arahan dan visi jangka panjangnya. Ia menginginkan sebuah terobosan yang mengubah paradigma pelayanan air minum di daerahnya. Harapannya, air yang keluar dari kran masyarakat nantinya telah memenuhi standar kesehatan yang sangat tinggi.
“Dia berharap air itu dapat juga langsung diminum seperti di Kota Malang, Jawa Timur,” paparnya.
Guna mendukung target ambisius tersebut, sebuah proyek infrastruktur penting telah direncanakan. Pemerintah Kabupaten berencana membangun Instalasi Pengolahan Air PDAM baru di kawasan perkantoran di Kelurahan Jingah. Pembangunan ini bertujuan mendekatkan sumber produksi ke konsumen dan menciptakan sistem distribusi yang lebih resilien.
“Disampaikan Shalahuddin, ini agar distribusi air tidak hanya dari Kota Muara Teweh saja, tetapi dapat juga menyuplai dari Jingah,” jelasnya.
Rencana ini diharapkan dapat mengatasi masalah distribusi sekaligus menjadi pilot project untuk peningkatan kualitas pengolahan air.
Menutup pernyataannya, Bupati Shalahuddin menyampaikan permohonan maaf dan meminta kesabaran seluruh warga Barito Utara. Ia menegaskan bahwa pembenahan ini memerlukan waktu dan proses.
“Dengan doa dan dukungan seluruh masyarakat, semua program untuk kebaikan dan kemajuan Barito Utara dapat tercapai,” ujarnya optimis.
Pernyataan di forum MUI ini menunjukkan bahwa perbaikan PDAM telah menjadi agenda prioritas yang mendapat perhatian penuh dari pimpinan daerah. (Rizali/red)
Tidak ada komentar