MUARA TEWEH – Suasana khidmat mengiringi pengukuhan resmi kepengurusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Barito Utara untuk periode lima tahun ke depan (2024-2029). Acara yang digelar di Ruang Masjid Raya Shiratal Mustaqim, Rabu (10/12/2025), ini melantik KH. Rusmadi Darsani, Lc., beserta jajaran pengurusnya untuk memegang amanah baru.
KH. Rusmadi Darsani, dalam pidato pertamanya sebagai ketua, langsung menyampaikan agenda perubahan. Ia menekankan bahwa di bawah kepemimpinannya, MUI Barito Utara akan mengedepankan peran yang lebih proaktif dan aplikatif, melampaui tugas-tugas seremonial tradisional. Pernyataan ini sekaligus menjawab harapan masyarakat akan kontribusi nyata lembaga ulama.
Visi utama yang diusung adalah memperkuat ketahanan mental-spiritual masyarakat. KH. Rusmadi menjelaskan, MUI akan giat memberikan pencerahan dan bimbingan untuk mengantisipasi pengaruh-pengaruh eksternal yang berpotensi memecah belah. “Agar seluruh umat tidak terbawa arus yang membelah persatuan,” ujarnya menegaskan komitmen menjaga harmonisasi sosial.
Lebih lanjut, ketua MUI yang baru ini memperkenalkan konsep MUI sebagai ‘mitra penyambung lidah’ pemerintah. Ia bertekad untuk meningkatkan sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Barito Utara dalam menyampaikan program dan capaian pembangunan. Peran ini akan diimplementasikan hingga ke tingkat kecamatan, memastikan informasi sampai secara akurat dan menghindari kesenjangan komunikasi.
“Hal ini sebagai bentuk sinergi antara organisasi keagamaan dan pemerintah daerah dalam menangkal segala kemungkinan yang muncul di tengah masyarakat,” jelas KH. Rusmadi. Sinergi ini dianggap sebagai kebutuhan mendesak untuk menciptakan stabilitas dan pemahaman publik yang baik terhadap berbagai kebijakan.
Di bidang sosial-kemasyarakatan, MUI juga akan berfungsi sebagai stabilisator. Organisasi ini siap tampil sebagai peredam ketika muncul gejolak, seperti isu kelangkaan sembako atau BBM, dengan cara berkoordinasi intensif dengan dinas terkait. Tujuannya adalah memberikan penjelasan yang faktual dan menenangkan situasi, sekaligus mencegah penyebaran informasi yang tidak tepat.
Memanfaatkan jaringan masjid dan forum pengajian yang masif, MUI berencana menyisipkan informasi pembangunan dalam berbagai kegiatan keagamaan. “Karena MUI ujung tombak yang terjun langsung di tengah masyarakat… informasi tentang pembangunan daerah itu dapat diketahui masyarakat luas,” tutup KH. Rusmadi Darsani. Dengan strategi ini, kepengurusan baru MUI Barito Utara berambisi menjadi pilar pencerahan dan pemersatu yang nyata bagi seluruh warga. (Rizali/red)
Tidak ada komentar