Anggota DPRD Barito Utara Apresiasi Respons Cepat Tim Gabungan Padamkan Karhutla di 3 Kecamatan

redaksi
8 Agu 2026 18:34
Barito Utara DPRD 0 0 View
3 menit membaca
Muara Teweh – Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Bina Husada, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah cepat tim gabungan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Barito Utara pada Sabtu (8/8/2026) lalu.
Bina Husada menilai respons cepat yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Masyarakat Peduli Api (MPA), Manggala Agni, dan unsur terkait lainnya sangat krusial, terutama di tengah meningkatnya potensi karhutla akibat musim kemarau.
“Kami mengapresiasi kerja keras tim gabungan yang telah bergerak cepat melakukan pemadaman di sejumlah titik. Upaya seperti ini sangat penting agar api tidak semakin meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar Bina Husada kepada awak media, Minggu (9/8/2026).
Berdasarkan laporan BPBD, upaya pemadaman dilakukan di tiga lokasi strategis. Yakni di Desa Hajak Simpang Batu Bara, Kecamatan Teweh Baru; Jalan Moek Lintas Lemo-Bangdep dan Desa Trahean; serta Desa Trinsing, Kecamatan Teweh Selatan.
Dari penanganan di tiga wilayah tersebut, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 5,06 hektare. Sebagian besar titik api berhasil dipadamkan, namun penanganan di Desa Trahean masih terkendala akses jalan yang sulit dan kondisi asap yang pekat sehingga pemadaman perlu dilanjutkan pada hari berikutnya.
Politisi DPRD Barito Utara itu menilai kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan seluruh pihak dalam menghadapi potensi karhutla. Menurutnya, penanganan kebakaran bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan petugas pemadam, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat.
“Kita tentu berharap seluruh titik api dapat segera ditangani. Namun yang tidak kalah penting adalah bagaimana mencegah munculnya titik api baru. Masyarakat harus ikut menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan,” tegasnya.
Bina Husada juga mendorong penguatan koordinasi antara BPBD, MPA, Manggala Agni, pemerintah desa, perusahaan, serta masyarakat. Dengan koordinasi yang baik, informasi mengenai titik api dapat diterima dan ditindaklanjuti dengan lebih cepat.
Ia menyoroti bahwa keberadaan sarana dan prasarana pemadaman menjadi faktor kunci dalam mendukung efektivitas penanganan karhutla. Kesiapan kendaraan pemadam, pompa, selang, water supply, dan peralatan pendukung lainnya perlu terus diperhatikan dan dipastikan dalam kondisi prima.
“Kecepatan informasi dan kesiapan peralatan sangat menentukan. Begitu ada laporan, tim harus bisa langsung bergerak sehingga kebakaran dapat dikendalikan sebelum meluas,” katanya.
Selain penanganan di lapangan, Bina Husada mengajak seluruh warga Barito Utara untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat kondisi lahan sedang kering. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap yang berpotensi berkembang menjadi karhutla.
“Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga Barito Utara dari ancaman karhutla. Jangan menunggu api membesar baru bertindak. Pencegahan dan laporan dini adalah bagian penting dalam menjaga keselamatan lingkungan dan masyarakat,” pungkasnya.
Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, aparat, dan masyarakat, diharapkan ancaman karhutla di Barito Utara dapat ditekan seminimal mungkin, sehingga lingkungan tetap lestari dan masyarakat terhindar dari dampak buruk kabut asap.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
x
Seedbacklink