Hadapi Inflasi dan Pengangguran, Barito Utara Pacu Tiga Strategi Utara Tekan Angka Kemiskinan

redaksi
20 Nov 2025 13:10
2 menit membaca

PALANGKA RAYA- Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Kemiskinan Tahun 2025 di Aula Kantor Bapperida, Kamis (20/11/2025). Rakor yang dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo, ini dihadiri seluruh jajaran Wakil Bupati se-Kalteng, termasuk Wakil Bupati Barito Utara, Felix Sonadie Y. Tingan.

Dalam arahannya, Wagubi Edy Pratowo menekankan bahwa penanggulangan kemiskinan adalah agenda strategis yang selaras dengan komitmen global Sustainable Development Goals (SDGs). “Tujuan pertama SDGs adalah mengakhiri kemiskinan dalam segala bentuknya, yang tidak hanya soal finansial, tetapi juga akses pendidikan, kesehatan, dan kualitas hidup,” tegasnya.

Wakil Bupati Barito Utara, Felix Sonadie Y. Tingan, menyoroti tantangan spesifik yang dihadapi daerahnya. Berdasarkan data BPS Kalteng 2025, Barito Utara berada di peringkat 9 dengan 744.000 jiwa atau 5,52% penduduk miskin. “Beberapa faktor penyebabnya adalah perlambatan pertumbuhan ekonomi dari 2,92% menjadi 2,48% pada triwulan II 2025, serta meningkatnya Garis Kemiskinan menjadi Rp 628.429 akibat inflasi dan Tingkat Pengangguran Terbuka sebesar 4,71%,” papar Felix.

Menanggapi tantangan tersebut, Pemkab Barito Utara telah menetapkan target ambisius dalam Rancangan RPJMD 2025-2029, yaitu menurunkan angka kemiskinan hingga 4,6% pada 2030. “Kami berkomitmen menjalankan tiga strategi utama sesuai Inpres Nomor 8 Tahun 2025,” imbuhnya.

Strategi pertama adalah Pengurangan Beban Pengeluaran Masyarakat melalui program konkret seperti Operasi Pasar Murah, Gerakan Pasar Murah On The Road (GEPAMOR), serta penyaluran bansos seperti PKH, BPNT, dan BLT Dana Desa. Strategi ini dirancang untuk langsung meringankan tekanan ekonomi di tingkat rumah tangga.

Strategi kedua fokus pada Peningkatan Pendapatan Masyarakat melalui penguatan kelembagaan ekonomi, dukungan sektor pertanian, pendidikan vokasi, dan peningkatan kapasitas pelaku UMKM. Sementara strategi ketiga, Penurunan Kantong Kemiskinan, diwujudkan dengan meningkatkan layanan kesehatan, memperbaiki infrastruktur jalan dan sanitasi, serta membangun Sekolah Rakyat.

Felix juga menyampaikan kabar baik dengan terkendalinya inflasi daerah yang hingga pertengahan November 2025 tercatat minus 0,41%. Sebagai tindak lanjut rakoor, Pemkab Barito Utara akan segera menyusun Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) yang terintegrasi dengan RPKD Provinsi, memastikan sinergi yang solid dari hulu ke hilir dalam memerangi kemiskinan.(Old)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
x
Seedbacklink