
PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memperkuat komitmen pengelolaan lingkungan dengan menghibahkan seperangkat sarana dan prasarana pengelolaan sampah modern kepada seluruh kabupaten/kota. Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, secara simbolis menerima bantuan tersebut dari Gubernur Kalteng, H. Sugianto Sabran, di Aula Jayang Tingang Kantor Gubernur, Selasa (21/10/2025).
Penyerahan hibah dilaksanakan usai Rapat Koordinasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) bidang pertambangan, menandai sinergi antara penguatan fiskal daerah dan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan. Bantuan yang diberikan berskala besar dan komprehensif, mencakup beragam alat berat dan kendaraan operasional.
Fasilitas yang diserahkan antara lain dump truck, truk armroll, compactor, road sweeper (penyapu jalan), kontainer sampah, wheel loader, mesin pusat daur ulang, mesin RDF (Refuse Derived Fuel), serta ekskavator mini. Peralatan ini diharapkan dapat mentransformasi sistem persampahan di daerah penerima menjadi lebih efisien dan terpadu.
Menanggapi bantuan tersebut, Bupati Shalahuddin menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Provinsi Kalteng. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur atas perhatian dan dukungannya terhadap pengelolaan lingkungan di Kabupaten Barito Utara,” ujarnya.
Bupati menegaskan bahwa bantuan ini memiliki makna strategis bagi percepatan penanganan sampah di wilayahnya. “Sarana dan prasarana ini sangat berarti dalam upaya memperkuat sistem pengelolaan sampah secara terpadu dan berkelanjutan,” kata Shalahuddin saat dikonfirmasi pada Rabu (22/10/2025).
Ia juga menyatakan keselarasan bantuan ini dengan visi kepemimpinan daerah. “Ini sejalan dengan komitmen kami untuk mewujudkan Barito Utara yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan,” tambahnya.
Untuk memastikan dampak nyata, Bupati Shalahuddin menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Barito Utara akan segera mengoptimalkan pemanfaatan seluruh alat yang diterima. Rencananya, peralatan tersebut akan didistribusikan untuk mendukung program kebersihan dan pengelolaan sampah di seluruh kecamatan, mempercepat terwujudnya tata kelola persampahan yang modern dari hulu ke hilir.
Langkah provinsi ini dinilai sebagai investasi jangka panjang tidak hanya untuk kebersihan, tetapi juga untuk kesehatan masyarakat dan keberlanjutan ekosistem di Kalimantan Tengah. (Rizali/red)

You cannot copy content of this page
Tidak ada komentar