MUARA TEWEH – Kesehatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama di tengah kondisi kabut asap yang masih menyelimuti wilayah Kabupaten Barito Utara. Meski jumlah titik api (hotspot) dilaporkan mengalami penurunan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara memutuskan untuk memperpanjang status tanggap darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) selama 7 hari ke depan.
Keputusan ini diambil dalam Rapat Evaluasi Penanganan Karhutla dan Dampak Kemarau yang dipimpin langsung oleh Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, Kamis (15/10/2026). Bupati menegaskan bahwa perpanjangan status darurat ini merupakan bentuk kehadiran negara untuk memastikan perlindungan maksimal bagi masyarakat dari dampak buruk polusi udara.
“Meski titik api menurun, kita tidak boleh lengah. Kabut asap yang masih pekat membuat kesehatan masyarakat menjadi prioritas utama yang harus kita jaga bersama,” tegas Bupati H. Shalahuddin.
Dalam rapat tersebut, Bupati menginstruksikan jajaran terkait untuk melakukan pemantauan kualitas udara setiap hari. Selain itu, pemerintah daerah akan terus melakukan pembagian masker secara masif kepada warga, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Kesiapsiagaan layanan kesehatan di puskesmas dan rumah sakit juga diperketat guna mengantisipasi lonjakan penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk bijak dalam beraktivitas. Warga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara dinyatakan tidak sehat, serta segera menggunakan masker jika harus beraktivitas di luar rumah.
“Dengan perpanjangan status tanggap darurat ini, kami berharap seluruh upaya mitigasi dan penanganan kesehatan dapat berjalan optimal. Mari kita jaga kesehatan diri dan keluarga masing-masing,” pungkas Bupati.
Tidak ada komentar