Muara Teweh – Pemerintah Kabupaten Barito Utara mengambil langkah maju dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT). Komitmen itu ditunjukkan melalui dukungan penuh terhadap penguatan kebijakan berbasis riset dan inovasi, yang digarap lewat kolaborasi dengan Tim Manajemen Riset dan Inovasi Daerah Regional 7.
Wakil Bupati diwakili Sekretaris Daerah Drs. Muhlis, hadir langsung dalam kegiatan koordinasi dan pengumpulan data kajian optimalisasi EBT, di Ruang Rapat Rendalbag Bapperida, Muara Teweh, Kamis (23/4).
Menurut Sekda Muhlis, kehadiran tim riset regional merupakan momentum strategis. “Ini langkah penting untuk merumuskan kebijakan yang tepat sasaran dalam pengelolaan EBT. Kami berharap hasil kajian ini memberi arah jelas bagi pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.
Kajian ini tak hanya bertujuan menyusun peta jalan EBT. Lebih dari itu, menjadi jawaban atas tantangan keterbatasan energi fosil dan biaya energi tinggi yang masih membebani masyarakat zona timur Kalimantan Tengah.
Sinergi antara Pemkab Barito Utara dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) diharapkan melahirkan kebijakan berbasis data. Pasalnya, daerah ini memang kaya potensi—mulai dari sektor pertambangan hingga gas bumi. Namun sayangnya, dominasi energi tak terbarukan masih begitu kental.
“Kami sadar potensi energi sangat besar. Tapi butuh inovasi untuk mengembangkan alternatif ramah lingkungan dan berkelanjutan,” tegas Muhlis.
Ia optimistis, dengan riset yang matang, Barito Utara bukan hanya bisa tumbuh pesat, tapi juga mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara merata lewat energi yang lebih bersih dan efisien.
Kegiatan ini menjadi titik awal penyusunan kebijakan strategis daerah sekaligus akselerasi pemanfaatan EBT di Kalimantan Tengah, khususnya kawasan timur. (Old)
Tidak ada komentar