
MUARA TEWEH– Komitmen Pemerintah Kabupaten Barito Utara dalam meningkatkan kualitas hidup warganya diwujudkan dengan aksi nyata. Bupati H. Shalahuddin dan Wakil Bupati Felix Soenadi Y. Tingan hari ini (18/11) turun langsung ke lokasi untuk meninjau rencana penataan kawasan kumuh dan pelebaran jalan di Kelurahan Lanjas dan Melayu, menandai dimulainya sebuah program berorientasi masyarakat.
Dengan berjalan kaki menyusuri gang-gang sempit dan koridor jalan, kedua pimpinan daerah itu melihat dan mencatat langsung kondisi permukiman padat di RT 4, RT 5, dan RT 6 Kelurahan Lanjas. Peninjauan yang sama juga dilakukan di sejumlah titik di Kelurahan Melayu, untuk mendapatkan gambaran utuh tentang tantangan tata ruang yang dihadapi.
Bupati H. Shalahuddin, dalam dialognya dengan para kepala dinas yang hadir, menekankan bahwa program ini pada hakikatnya adalah untuk kepentingan rakyat. “Pelebaran jalan akan membawa dampak besar bagi perkembangan kota, dan pembangunan di sektor lain juga terus kita prioritaskan demi kepentingan masyarakat Barito Utara,” ujar Bupati, menyiratkan bahwa kebijakan ini adalah bagian dari paket pembangunan yang menyeluruh.
Fokus pada aspek mobilitas warga menjadi perhatian khusus. Rencana pelebaran jalan di sepanjang koridor Lanjas-Melayu diharapkan dapat menjadi solusi bagi warga yang selama ini kerap terjebak kemacetan. Peningkatan konektivitas ini tidak hanya menghemat waktu perjalanan, tetapi juga berpotensi membuka akses ekonomi baru bagi masyarakat setempat.
Dari sisi teknis pelaksanaan, Kepala Dinas Perkimtan Barito Utara, Junaidi, memberikan kepastian kepada publik. Beliau menyatakan bahwa penataan kawasan kumuh di Lanjas dan program pengadaan tanah di Melayu telah masuk dalam agenda prioritas tahun 2026. Penegasan ini memberikan harapan konkret bagi warga yang tinggal di kawasan tersebut.
Namun, Junaidi juga menekankan pentingnya proses perencanaan yang matang. Pelaksanaan fisik yang diperkirakan baru dimulai pada 2027 dengan skema multiyears didahului oleh serangkaian studi kelayakan, analisis dampak lingkungan, dan perencanaan teknikal detail di tahun 2026. Pendekatan ini memastikan bahwa transformasi yang dilakukan berkelanjutan dan bertanggung jawab.
Dengan dimulainya langkah persiapan ini, warga Kelurahan Lanjas dan Melayu dapat mulai berharap untuk tinggal di lingkungan yang lebih manusiawi, sehat, dan terhubung dengan baik. Turunnya langsung Bupati dan Wabup ke lokasi menjadi sinyal positif bahwa suara dan kondisi riil masyarakat menjadi pertimbangan utama dalam perencanaan pembangunan ini. (DiskominfosandiBarut/Dadan/red)

You cannot copy content of this page
Tidak ada komentar