Bupati Shalahuddin Ajak Semua Kades di Barut Wujudkan Sinergitas dan Jadikan Desa sebagai Fundasi Pembangunan

redaksi
29 Jun 2026 17:59
2 menit membaca
MUARA TEWEH– Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, ST., MT, kembali menunjukkan kepemimpinannya yang tegas dan pro-aktif dengan memimpin langsung Dialog Interaktif bersama seluruh Kepala Desa se-Kabupaten Barito Utara, Senin (29/6/2026). Bertempat di Aula Dinas Lingkungan Hidup Muara Teweh, Bupati Shalahuddin menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan desa bukan sekadar wacana, melainkan keharusan yang dimulai dari data yang akurat dan tata kelola lahan yang bertanggung jawab.
Dalam sambutannya, Bupati Shalahuddin dengan tegas menyebut camat dan kepala desa sebagai “ujung tombak” pembangunan daerah. Ia meminta agar seluruh aparatur desa tidak lagi bekerja secara parsial, tetapi bergerak dalam satu komando yang terintegrasi.
“Desa adalah fondasi Barito Utara. Jika data di desa kacau, maka kebijakan kita akan meleset. Saya minta kepada seluruh kepala desa, perbarui data penerima bantuan—baik Bantuan Pasar Murah maupun Kartu Huma Betang Sejahtera—secepat mungkin. Bantuan harus tepat sasaran, tidak boleh ada yang terlewatkan,” ujar Shalahuddin dengan nada tegas di hadapan puluhan kepala desa.
Dialog yang juga dihadiri perwakilan Gubernur Kalimantan Tengah, Yulindra Dedi, tersebut menjadi ajang klarifikasi kebijakan provinsi terkait pembukaan lahan. Menanggapi arahan Gubernur yang mewajibkan izin khusus untuk pembukaan lahan gambut, Bupati Shalahuddin langsung menindaklanjutinya dengan instruksi konkret. Ia memerintahkan jajaran camat untuk melakukan pengawasan melekat di wilayah masing-masing dan memastikan tidak ada satu pun aktivitas pembukaan lahan tanpa dokumen perizinan yang sah.
“Jangan tunggu provinsi turun tangan, kita yang lebih dulu mengawal. Karena jika lahan terbakar atau salah kelola, dampaknya langsung ke desa, ke rakyat kita sendiri,” tegasnya.
Tak hanya soal lahan, Bupati Shalahuddin juga menggarisbawahi empat isu strategis lainnya yang menjadi nadi pembangunan: tata kelola pemerintahan desa, peningkatan pelayanan publik, percepatan infrastruktur jalan desa, serta ketahanan pangan. Ia secara khusus menyoroti pentingnya ketahanan pangan dengan mendorong setiap desa memaksimalkan lahan tidur untuk ditanami komoditas unggulan lokal.
“Saya tidak mau mendengar alasan keterbatasan anggaran. Kita punya lahan, kita punya tenaga, kita tinggal gerakkan gotong royong. Saya sendiri akan turun memantau langsung ke desa-desa, bukan hanya di atas kertas,” tegas bupati yang dikenal dengan gaya kepemimpinan blusukan itu.
Di akhir acara, Bupati Shalahuddin mengajak seluruh elemen desa untuk menjadikan kolaborasi sebagai budaya kerja, bukan sekadar seremonial. Ia berharap dari dialog rutin ini muncul solusi-solusi nyata yang mampu mempercepat terwujudnya Barito Utara yang maju, sejahtera, dan berkeadilan.
 “Sinergi kita bukan untuk saya atau untuk pejabat, tapi untuk masa depan anak cucu kita. Mulai dari desa, kita bangun peradaban,” pungkasnya, disambut tepuk tangan para kepala desa yang hadir.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
x
Seedbacklink