MUARA TEWEH-Dalam rangka menjaga keamanan menjelang dan pada saat Pemungutan Suara Ulang (PSU) di 2 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Barito Utara, pihak kepolisian setempat tengah menyiapkan pengamanan dan penambahan jumlah personel.
Kapolres Barito Utara, AKBP Singgih Febyanto melalui Kabag Ops Kompol Masriwiyono mengatakan berdasarkan petunjuk dari Kapolda Kalteng dan Kapolres Barut, maka akan ada penambahan personel untuk pengamanan PSU.
“Dalam rangka pelaksanaan PSU, pengamanan di Barut dan khususnya di sekitar TPS akan di BKO dari Ditsamapta dan Brimob Polda Kalteng, kemudian kita juga ada meminta bantuan Murung Raya, Barsel, Bartim dan juga TNI. Totalnya berjumlah 650 orang,” ujar mantan Kasatintelkam Polres Barut itu, Rabu (12/03).
Saat ditanya terkait pengamanan di lokasi sekitar TPS yang digelar PSU, Kabag Ops menerangkan bahwa akan ada pos pengamanan disetiap TPS.
“Sesuai petunjuk pimpinan nanti ada pos pengamanan di setiap TPS yang PSU,” ujarnya.
Lebih lanjut dijelaskannya bahwa pihak kepolisian akan terus berkoordinasi dengan penyelenggara pemilu berkaitan dengan pembatasan terhadap masyarakat yang tidak berkepentingan untuk berada di lokasi TPS.
“Kita akan koordinasi dengan KPU dan Bawaslu soal pembatasan warga yang tidak berkepentingan untuk datang ke TPS dan sekitarnya. Diharapkan tidak perlu menumpuk di TPS kalau yang bukan pemilih dan tidak berkepentingan. Hal ini untuk menghindari penumpukan massa dan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” terangnya.
Selain itu, untuk mencegah masuknya orang-orang yang tidak berkepentingan ke area TPS yang PSU, pihak kepolisian akan memperketat akses masuk dan melakukan razia.
“Kita akan razia barang bawaan yang berpotensi menganggu keamanan,” tuturnya.
Diakhir perbincangan, polisi yang akrab disapa Masri itu meminta kepada seluruh masyarakat Barito Utara untuk tetap menjaga kondusifitas dengan saling menghormati dan menghargai adanya perbedaan pilihan politik.
“Barito Utara yang aman, damai dan tenteram adalah harapan kita semua. Untuk itu, mari kita semua menjaga keamanan dan ketentraman mulai dari diri sendiri dan lingkungan kita. Soal adanya perbedaan pilihan politik adalah hal yang biasa dalam negara demokrasi, tetapi yang terpenting kita semua adalah saudara,” pintanya.
“Jika ada hal-hal yang mencurigakan dan berpotensi menganggu keamanan selama menjelang PSU hingga sesudah PSU diminta untuk segera menghubungi pihak keamanan,” tambahnya.
Sebagaimana diketahui bahwa PSU akan digelar pada Sabtu 22 Maret 2024 di TPS 01 Kelurahan Melayu dan TPS 04 Desa Malawaken. Dalam PSU tersebut, pihak KPU dan Bawaslu sudah melakukan persiapan untuk menyukseskan PSU tersebut. (Arnold/red)
Tidak ada komentar