MUARA TEWEH-Anggota Bawaslu RI, Koordinator Divisi (Koordiv) Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas, Lolly Suhenty, meminta kepada Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Barito Utara bersama jajarannya untuk melakukan pengawasan luar biasa dalam setiap tahapan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Barut.
“PSU di Kabupaten Barito Utara itu luar biasa, oleh karena itu pengawasan jangan biasa-biasa. Harus luar biasa,” ujar Lolly saat memberikan arahan kepada puluhan pengawas pemilu ad hoc dan sekretariat pada momentum penguatan kapasitas pengawas pemilu di Muara Teweh, Rabu (23/07).
Lolly menjelaskan bahwa luar biasanya PSU di Barito Utara karena menjadi satu-satunya daerah yang PSU diatas PSU dari 25 daerah yang menggugat ke Mahkamah Konstitusi.
“PSU diatas PSU di Barito Utara menjadi perhatian semua pihak di Indonesia. Semua mata tertuju kesini. Ini yang luar biasa,” ujarnya.
“Karena ini luar biasa maka kita sangat berharap pengawasan harus luar biasa agar tidak ada ruang pelanggaran yang terjadi dan berpotensi digugat kembali ke MK,” tambahnya.
Di hadapan puluhan pengawas pemilu Ad Hoc, Alumni S1 di IAIN Sunan Gunung Djati Bandung itu memberikan sejumlah poin penting yang harus diperhatikan agar pengawasan benar-benar maksimal.
Pertama, perlu adanya mitigasi terhadap kerawanan. Mitigasi kerawanan merupakan cara terbaik untuk pencegahan.
“Kerawanan berdampak pada ketidaksesuaian prosedur dan rekom PSU,” ujarnya.
Kedua, Dalam pengawasan diperlukan kekuatan penuh dan harus efektif. Hal ini dapat mempersempit ruang pelanggaran dan lahirnya penindakan yang efektif juga.
Ketiga. Kerja pengawasan dilakukan secara tepat mulai dari tingkatan paling bawah dan harus diisi form A.
“Form A itu senjatanya pengawas. Jangan sampai nanti tidak diisi atau nihil. Ini sangat berbahaya,” pesan Lolly.
Diakhir arahannya, Lolly meminta agar jajaran pengawas pemilu bekerja dengan penuh integritas dan sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku.
“Harus jaga integritas. Cintai profesi sebagai pengawas pemilu,” pintanya.
Sementara itu, Ketua Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Barito Utara Adam Parawansa Syahbubakar mengatakan pihaknya telah melakukan beberapa langkah stratrgis menghadapi seluruh tahapan PSU.
“Bukan hanya soal teknis, tapi juga aspek administratif dan keuangan,” tambah dia.
Adapun aksi pengawasan yang dilakukan menurut Adam antara lain:
Pertama. Pada 23 Juni 2025 dilakukan janji ikrar netralitas kepala desa dan pencanangan desa tanpa politik uang.
Kedua, pada 7 Juli 2025 dilakukan ikrar netralitas ASN. Ketiga, pada tanggal 8 Juli 2025 dilakukan Pilot project diskusi forum warga di delapan kecamatan. Bawaslu Barito Utara menargetkan di 63 desa.
Keempat, adanya pengawasan partisipatif melibatkan petugas ad hoc.
“Selain seremonial, ada pengawasan melekat. Sampai saat ini Panwascam mendampingi setiap kampanye, ” ujar Adam. (Arnold/red)
Tidak ada komentar