
MUARA TEWEH – Dalam semangat membangun fondasi negara yang kuat dan bersih, dua institusi penting, Kejaksaan Negeri (Kejari) Barito Utara dan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Muara Teweh, secara beruntun menggelar kegiatan edukasi di STIE Muara Teweh. Gerakan ini menyasar generasi muda sebagai calon pemimpin bangsa untuk mewujudkan masa depan Indonesia yang berintegritas dan taat pajak.
Kick-off dimulai oleh Kejaksaan pada Senin (6/10/2025) dengan Kampanye Hari Anti Korupsi Sedunia. Acara yang digelar di Aula STIE Muara Teweh ini mengusung tema “Peran Generasi Muda Dalam Upaya Pencegahan Tindak Pidana Korupsi”.
Kepala Kejari Barito Utara yang diwakili Kepala Seksi Intelijen, Widha Sinulingga, S.H., M.H., menekankan bahwa pemberantasan korupsi bukan hanya tugas penegak hukum, melainkan tanggung jawab bersama.
“Melalui edukasi dan kolaborasi antara generasi muda dan Kejaksaan, kita dapat membangun budaya hukum yang berintegritas dan berkelanjutan. Generasi muda berperan sebagai pengawal moral bangsa,” tegas Widha dalam paparannya yang mencakup pengertian, bentuk, dan dasar hukum korupsi.
Kegiatan yang dihadiri oleh pimpinan kampus, dosen, dan ratusan mahasiswa ini juga dilengkapi dengan pra-post test dan pembagian stiker Hakordia kepada lebih dari 100 peserta sebagai bentuk kampanye kreatif.
Sehari kemudian, Selasa (7/10), giliran KPP Pratama Muara Teweh yang mengambil alih estafet edukasi melalui program “Tax Go To Campus”. Penyuluh Pajak KPP Pratama Muara Teweh, Muhammad Fikry, hadir untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan dasar perpajakan.
“Kenapa ini penting agar para mahasiswa memahami bahwa pajak merupakan salah satu hal penting sebagai kontribusi kepada negara dan juga untuk pembangunan bangsa negara dalam sejumlah bidang kehidupan,” ujar Fikry.
“Pajak itu untuk apa dan jenis-jenisnya apa saja harus diketahui dan dipahami oleh mahasiswa,” tambahnya.
Terhadap kegiatan tersebut, salah seorang mahasiswa jurusan Managemen, Mika mengakui senang karena diberikan pemahaman tentang pajak dan juga anti korupsi.
“Karena kami akan menjadi wajib pajak, penting mengetahui apa saja dasar-dasarnya dulu,” ujar Mika, mahasiswi Jurusan Manajemen semester 5 itu.
Ia menambahkan, materi yang diberikan sangat relevan dengan perkuliahannya dan menambah wawasan sebagai calon wajib pajak.
Tak hanya untuk diri sendiri, Mika melihat kegiatan ini sebagai bekal untuk menyebarluaskan informasi perpajakan kepada masyarakat yang lebih luas.
Merespon positif kedua kegiatan ini, Haji Tajeri sebagai pembina Yayasan Batara Muara Teweh sangat mengapresiasi kegiatan dari Kejaksaan dan Pajak yang digelar di STIE Muara Teweh.
“Kami berharap dari kegiatan ini bisa mendapat pengetahuan untuk bisa memberikan informasi tentang kesadaran sedini mungkin sadar pajak itu penting,” ujar tokoh yang peduli pendidikan di Barut itu.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kejaksaan Negeri Muara Teweh yang meluangkan waktu untuk memberikan kuliah umum. Harapan kami, materi pendidikan anti-korupsi yang diberikan menjadi dasar bagi seluruh mahasiswa untuk menyampaikan kepada keluarga dan lingkungannya agar tidak melanggar perundangan, khususnya yang berkaitan dengan korupsi,” demikian pernyataan tersebut.
Kolaborasi antara penegak hukum dan dengan dunia kampus ini diharapkan dapat mencetak agen-agen perubahan di kalangan muda yang tidak hanya paham hukum dan anti-korupsi, tetapi juga sadar akan kewajiban perpajakannya untuk pembangunan bangsa. (Old)
Tidak ada komentar