MUARA TEWEH–Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Barito Utara dan beberapa daerah lain di Kalimantan Tengah mendapat tanggapan dari pihak PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan. SBM Rayon III Kalteng Gesha Faithul Ajrin mengatakan bahwa dalam sebulan terakhir stok BBM khususnya Pertamax di IT Banjarmasin kritis atau terbatas.
“Malam pak, sebulan terakhir memang stok pertamax di IT banjarmasin sedang kritis,” ujar Gesha via pesan singkat, Rabu 3 Desember 2025 malam.
Di tengah stok yang menipis, permintaan terhadap Pertamax cukup signifikan bertambah. “Permintaan pertamax yang meningkat sehingga membuat antrian cukup panjang di spbu,” tambahnya.
Terhadap kondisi kelangkaan BBM saat ini, Geisha mengatakan bahwa pihaknya telah mengambil langkah prioritas dengan melakukan penyaluran harian. “Setiap hari, kami mendistribusikan Pertamax ke SPBU sekitar 8.000 liter,” jelas Gesha saat dikonfirmasi.
“Khusus untuk mengatasi situasi di Barito Utara, sebagai langkah cepat, untuk hari ini kami akan melakukan build up stok di SPBU Muara Teweh dengan jumlah dua kali lipat dari pengisian normal,” tegas Gesha.
Saat ditanya terkait normalisasi kondisi pasokan BBM, Gesha menyebut bahwa pihaknya tidak dapat memprediksi secara pasti karena tergantung pada kedatangan kapal pengangkut BBM di depot penyimpanan.
“Yang pasti, langkah segera yang kami lakukan adalah memperkuat persediaan di level SPBU untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.
Sebagaimana diketahui bahwa hari-hari ini warga Barito Utara dibuat resah dengan kelangkaan BBM di SPBU dan juga dilevel pengecer. Dampak dari kelangkaan tersebut, harga BBM jenis pertamax dan pertalite ditingkat pengecer dibandrol dengan harga yang tak wajar. Per 3 Desember 2025, Pertamax dilevel pengecer tembus 30 ribu rupiah, sedangkan pertalite tembus 25 ribu rupiah. (Arnold/red)
Tidak ada komentar