Seratus Akar Harapan: Warga dan Pemkab Barito Utara Tanam Pohon untuk Atasi Banjir dan Perubahan Iklim

redaksi
5 Des 2025 16:10
2 menit membaca

MUARA TEWEH– Sebanyak 100 batang pohon mulai menghijaukan kawasan Dam Trahayan, Kecamatan Teweh Selatan, Kabupaten Barito Utara, Jumat (5/12/2025). Penanaman massal ini merupakan aksi nyata pemerintah bersama masyarakat dalam memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia, sekaligus upaya strategis mengatasi kerusakan lingkungan yang berdampak pada banjir tahunan.

Kegiatan yang mengusung semangat “Barito Utara Hijau, Bumi Lestari” ini dihadiri secara lengkap oleh jajaran pimpinan daerah. Mulai dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), Sekretaris Daerah, Asisten Setda, Staf Ahli Bupati, seluruh Kepala Perangkat Daerah, para Camat, hingga undangan terkait lainnya, mencerminkan keseriusan komitmen kolektif.

Dalam sambutan Bupati Barito Utara yang dibacakan Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan, ditekankan bahwa pohon adalah penjaga peradaban masa depan. “Pohon adalah masa depan dunia. Keberadaannya adalah benteng utama untuk mempertahankan alam dari ancaman nyata perubahan iklim, kerusakan hutan, dan krisis sumber daya alam,” paparnya, mengingatkan pentingnya ekosistem yang sehat.

Bupati tak lupa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergerak bersama. Beliau menghimbau agar kepedulian terhadap alam diwujudkan dalam tindakan nyata dengan tidak merusak pepohonan yang ada. “Mari kita lestarikan rasa kepedulian ini dengan tindakan konkret: menjaga, bukan menebang,” serunya.

Penegasan serupa datang dari Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Drg. Dwi Agus Setijowati. Ia secara spesifik mengaitkan aksi penghijauan ini dengan upaya mengatasi masalah lingkungan lokal, terutama banjir. “Banjir tahunan yang kerap melanda wilayah kita adalah buah dari kerusakan alam, terutama penebangan liar. Karena itu, penanaman pohon hari ini adalah langkah korektif dan investasi untuk ketahanan lingkungan kita,” jelas Dwi Agus.

Jenis pohon yang dipilih pun bukan tanpa pertimbangan. Sebanyak 100 bibit yang ditanam terdiri dari jenis Ketapang Kencana, Tanjung, dan Ucuk Merah. Spesies-spesies ini dipilih karena memiliki daya adaptasi tinggi, nilai ekologis yang besar dalam mencegah erosi, serta kemampuan menyerap air yang baik, yang secara langsung berkontribusi pada mitigasi banjir.

Akhirnya, kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan. Gaungan motto “Barito Utara Hijau, Bumi Lestari” dimaksudkan sebagai pengingat dan komitmen berkelanjutan. Diharapkan, setiap pohon yang tertanam hari ini akan tumbuh menjadi simbol kesadaran baru dan fondasi kokoh untuk lingkungan Barito Utara yang lebih hijau, sehat, dan lestari bagi generasi mendatang. (DiskominfosandiBarut/red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
x
Seedbacklink