Jenazah Bripda Novandri Ditemukan di Sungai Katingan, Satu Anggota Polres Masih Hilang

redaksi
4 Jul 2026 17:39
2 menit membaca

KATINGAN – Pencarian dua personel Polres Katingan yang dilaporkan hilang usai insiden penyerangan saat operasi narkoba di Desa Tumbang Kalemei berakhir duka. Salah satu korban, Bripda Novandri Ramadhana, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran Sungai Katingan, Sabtu (4/7/2026) siang.

Kepastian itu disampaikan Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono saat dikonfirmasi mengenai identitas jasad yang berhasil dievakuasi tim gabungan.

“Iya mas,” ujar Dodik singkat ketika ditanya kebenaran temuan tersebut.

Ia kemudian menegaskan identitas personel yang ditemukan itu.

“Atas nama Alm. Bripda Novandri,” katanya.

Dengan konfirmasi tersebut, satu dari dua personel Polres Katingan yang sebelumnya dinyatakan hilang kini telah dipastikan meninggal dunia. Satu anggota lainnya, Aipda Sumariyanto, masih dalam pencarian.

Informasi yang dihimpun, jenazah Bripda Novandri ditemukan dalam operasi pencarian yang melibatkan tim kepolisian dan SAR gabungan. Jasad korban tersangkut di kumpulan ranting kayu dan bambu di aliran Sungai Katingan.

Tim gabungan yang dibantu warga setempat kemudian mengevakuasi jasad dari sungai ke daratan untuk penanganan lebih lanjut.

Hingga saat ini, tim gabungan yang mendapat dukungan dari Satuan Brimob Polda Kalimantan Tengah masih terus menyisir aliran sungai dan kawasan sekitar tempat kejadian perkara (TKP) untuk mencari Aipda Sumariyanto yang masih hilang.

Sebelumnya, insiden berdarah terjadi saat aparat kepolisian melakukan penggerebekan narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah. Operasi tersebut berujung bentrokan yang menewaskan Aipda Yudhi Perdana Putra di lokasi kejadian akibat luka senjata tajam.

Dalam peristiwa itu, aparat kepolisian telah menangkap satu orang pelaku penyerangan berinisial A. Sementara itu, target operasi berinisial BIO yang memicu kericuhan serta satu orang saudaranya, RA, telah melarikan diri dan hingga kini masih dalam pengejaran polisi.

Kehilangan dua personel terbaik ini menjadi duka mendalam bagi jajaran Polres Katingan dan keluarga besar kepolisian. Pencarian terus dilakukan terhadap satu anggota yang masih hilang, sementara penyelidikan atas kasus penyerangan masih berlangsung.

Insiden ini menjadi pengingat akan risiko tinggi yang dihadapi aparat penegak hukum dalam memberantas peredaran gelap narkoba di wilayah Kalimantan Tengah. (*)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
x
Seedbacklink