Pemkab Barut Dorong Penguatan Ekosistem Jagung

redaksi
6 Apr 2026 18:38
2 menit membaca

MUARA TEWEH– Pemerintah Kabupaten Barito Utara menggelar Rapat Koordinasi Penguatan Ekosistem Pertanian Jagung di Muara Teweh, Senin (6/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi daerah mendukung program swasembada pangan nasional yang ditargetkan tercapai pada tahun 2026.

Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, ST., MT, dalam sambutannya menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan sekadar program seremonial, melainkan kebutuhan mendasar yang harus diwujudkan secara kolektif.

“Jagung sebagai komoditas unggulan memiliki peran besar, baik untuk bahan pangan maupun pakan ternak. Dampaknya langsung terhadap kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati di hadapan kepala perangkat daerah, instansi vertikal, perbankan, hingga perwakilan kelompok tani.

Menurutnya, penguatan ekosistem pertanian jagung harus dimulai dari penyediaan sarana produksi, peningkatan kualitas SDM petani, hingga akses pasar yang lebih luas. “Keberhasilan ini tidak bisa berjalan sendiri. Butuh sinergi antara pemerintah, swasta, akademisi, dan petani sebagai ujung tombak,” tegasnya.

Bupati mendorong peningkatan koordinasi lintas sektor, optimalisasi peran penyuluh pertanian lapangan (PPL), pemanfaatan teknologi modern, serta penguatan kelembagaan petani. “Jangan ragu mencoba pendekatan baru yang lebih efektif dan efisien, selama itu membawa manfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” ajaknya.

Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para petani atas kerja keras dan dedikasi mereka. Melalui rakor ini, Bupati berharap lahir langkah-langkah konkret, terarah, dan berkelanjutan.

“Jadikan momentum ini sebagai titik awal penguatan komitmen bersama, menjadikan Barito Utara sebagai daerah yang berkontribusi nyata dalam swasembada pangan nasional 2026,” pungkasnya. (Old)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
x
Seedbacklink

You cannot copy content of this page