MUARA TEWEH – Di tengah gencarnya serbuan informasi palsu dan disinformasi, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kabupaten Barito Utara, Ardian, menegaskan bahwa pers adalah mitra strategis pemerintah yang tidak bisa diabaikan. Pernyataan itu ia sampaikan usai menghadiri pelatihan jurnalistik Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Tengah di Aula SMPN 1 Muara Teweh, Selasa (19/5/2026).
Kegiatan yang diikuti 26 peserta itu mendapat perhatian serius dari Ardian. Menurutnya, di era keterbukaan informasi dan digitalisasi saat ini, pers memiliki peran yang sangat strategis, tidak hanya sebagai penyampai berita, tetapi juga mitra pembangunan, kontrol sosial, edukasi masyarakat, sekaligus penjaga demokrasi.
“Pemerintah daerah membutuhkan media untuk menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat secara cepat, akurat, dan berimbang. Sebaliknya, media juga memerlukan keterbukaan informasi dan komunikasi yang baik dari pemerintah,” ujar Ardian.
Ia mengapresiasi panitia pelaksana dan seluruh pihak yang telah menyelenggarakan pelatihan tersebut. Ardian menilai kegiatan seperti ini sangat penting sebagai wadah pembinaan, peningkatan kapasitas, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan insan pers.
“Kemitraan yang baik antara pemerintah dan media harus terus dibangun dengan semangat saling mendukung, saling menghargai, serta tetap menjunjung tinggi profesionalisme dan kode etik jurnalistik,” tegasnya.
Sebelumnya, Ketua PWI Provinsi Kalimantan Tengah, M Zainal, menyampaikan bahwa orientasi wartawan ini mendapat dukungan positif dari berbagai pihak. Ia mengingatkan tantangan terbesar jurnalis saat ini adalah maraknya hoaks.
“Tugas jurnalis adalah meluruskan informasi yang keliru dan memastikan masyarakat menerima berita yang benar, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Zainal.
Sementara itu, Ketua PWI Barito Utara, Deni Hariadi, berharap pelatihan ini mampu meningkatkan pemahaman dan profesionalisme insan pers di daerah, sekaligus memperkuat kemitraan harmonis antara media, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan pembangunan di Barito Utara.
Melalui kegiatan orientasi tersebut, Ardian berpesan agar para peserta semakin memahami pentingnya kompetensi kewartawanan, etika jurnalistik, dan tanggung jawab moral dalam menyajikan informasi yang benar dan terpercaya.
“Di tengah maraknya penyebaran hoaks, wartawan dituntut tetap profesional, kritis, dan independen,” pungkasnya.
Tidak ada komentar