Ardianto Desak Penguatan Alat Pemadaman Karhutla di Teweh Selatan dan Bintang Ninggi II

redaksi
15 Sep 2026 19:47
3 menit membaca
MUARA TEWEH – Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Ardianto, meminta pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan segera memperkuat sarana dan prasarana pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di Kecamatan Teweh Selatan dan Desa Bintang Ninggi II.
Menurut Ardianto, keterbatasan peralatan menjadi salah satu kendala utama dalam penanganan karhutla di lapangan. Kondisi kebakaran yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir pun semakin sulit dikendalikan, terutama ketika angin kencang menyebabkan bara api berpindah dan memunculkan titik api baru.
Hal tersebut disampaikannya saat mengikuti rapat koordinasi (rakor) penanganan karhutla di Aula Kecamatan Teweh Selatan, Selasa (15/9/2026).
Ardianto menilai, penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan jumlah personel. Ketersediaan peralatan seperti mesin pompa, selang, dan kendaraan operasional menjadi faktor penting untuk mempercepat respons ketika titik api ditemukan.
“Kalau masalah tenaga, saya kira lebih dari cukup. Alatnya saja yang kurang. Alatnya minim,” tegas Ardianto.
Ia mengungkapkan, kebakaran di wilayah Teweh Selatan telah berlangsung sekitar satu bulan. Kondisi angin kencang, kata dia, membuat api berpotensi menyebar jauh dari lokasi awal sehingga menyulitkan upaya pelacakan sumber api.
Ardianto mencontohkan kebakaran yang terjadi di lahan miliknya. Meskipun telah dibuat sekat bakar dengan lebar lebih dari enam meter melalui bantuan perusahaan, api tetap dapat masuk ke area perkebunan akibat terbawa angin.
“Lahan saya sudah disekat, lebarnya lebih dari enam meter. Tetapi saat angin kencang, api datang dari arah selatan. Tiba-tiba di tengah kebun saya sudah muncul api dan asap,” jelasnya.
Akibat kejadian tersebut, sekitar empat hektare kebun miliknya ikut terbakar. Ia menilai kondisi itu menjadi gambaran bahwa api dapat berpindah dari lokasi lain dan tidak selalu berasal dari lahan yang terdampak kebakaran.
Karena itu, Ardianto mendorong upaya pencegahan dilakukan lebih awal melalui pemetaan lahan yang memiliki potensi tinggi terbakar. Ia menyebut telah menyampaikan masukan kepada Pemerintah Desa Bintang Ninggi II agar melakukan deteksi dini terhadap kawasan rawan karhutla.
Menurutnya, pemetaan dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi drone maupun melalui kerja sama dengan perusahaan yang memiliki peralatan pendukung.
“Sejak bulan lalu saya sudah menyampaikan kepada kepala desa agar segera mendeteksi lahan masyarakat yang siap terbakar di wilayah Bintang Ninggi II. Kalau tidak memiliki peralatan canggih, bisa bekerja sama dengan perusahaan, terutama menggunakan drone,” ujarnya.
Ardianto juga mengapresiasi peran Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Bintang Ninggi II yang selama ini aktif membantu penanganan kebakaran. Namun, ia menilai kemampuan MPA masih perlu didukung dengan sarana operasional yang memadai.
“Teman-teman MPA selama ini tidak kurang-kurangnya menangani api. Tetapi peralatan mereka sangat minim, mulai dari selang, mesin pompa sampai kendaraan operasional,” katanya.
Ia berharap pemerintah daerah, pemerintah desa, perusahaan, dan unsur terkait dapat memperkuat koordinasi sekaligus memenuhi kebutuhan peralatan pemadaman di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
“Kita harus kompak dan memperkuat peralatan. Bagaimana caranya hari ini kita bersama-sama memperkuat sarana pemadaman, khususnya di Teweh Selatan dan Bintang Ninggi II,” pungkasnya. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
x
Seedbacklink