Perangi Narkoba, DPRD Barito Utara Ajak Masyarakat Jadi Garda Terdepan

redaksi
1 Sep 2026 21:48
3 menit membaca
Muara Teweh – Ancaman narkotika di Kabupaten Barito Utara tidak bisa ditangani hanya dengan mengandalkan aparat penegak hukum. Dibutuhkan peran aktif seluruh lapisan masyarakat untuk membentengi lingkungan dari bahaya penyalahgunaan narkoba.
Hal ini disampaikan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Barito Utara, H. Taufik Nugraha, saat memberikan apresiasi terhadap kegiatan Koordinasi Pengembangan Program Pemberdayaan Kelompok Masyarakat Anti Narkoba di Aula Setda Barito Utara lantai I, Selasa (1/9/2026). Kegiatan tersebut merupakan hasil sinergi Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalimantan Tengah bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (KesbangPol) setempat.
Menurut Taufik, upaya pemberantasan narkoba selama ini seringkali terfokus pada sisi penindakan. Padahal, kata dia, pencegahan melalui penguatan kesadaran masyarakat hingga tingkat lingkungan terkecil jauh lebih efektif untuk memutus rantai peredaran gelap narkotika.
“Persoalan ini membutuhkan kerja bersama karena pemerintah dan aparat tidak dapat bekerja sendiri. Kami sangat mengapresiasi langkah BNN Provinsi yang mendorong keterlibatan kelompok masyarakat dalam program pencegahan,” ujar Taufik di hadapan para peserta rapat.
Masyarakat Ujung Tombak Pencegahan
Politisi PDI Perjuangan ini menjelaskan bahwa kelompok masyarakat memiliki peran strategis karena menjadi ujung tombak yang bersentuhan langsung dengan keluarga dan lingkungan sosial. Melalui pemberdayaan yang tepat, masyarakat diharapkan mampu mengenali potensi penyalahgunaan narkoba sejak dini.
Taufik juga menyoroti perkembangan teknologi informasi dan kemudahan akses transportasi yang dinilai membuka peluang baru bagi peredaran narkoba dengan modus yang kian canggih. Karena itu, ia meminta peningkatan kewaspadaan kolektif agar tidak tertinggal dari dinamika ancaman.
“Ancaman narkoba terus berubah. Karena itu, pengetahuan dan kewaspadaan masyarakat juga harus ditingkatkan agar potensi penyalahgunaan dapat diketahui dan dicegah sedini mungkin,” tegasnya.
Taufik mengingatkan agar program pemberdayaan kelompok anti narkoba tidak berhenti pada kegiatan koordinasi dan sosialisasi semata. Menurutnya, diperlukan tindak lanjut berupa program konkret yang dapat diterapkan secara berkelanjutan di tingkat kecamatan, kelurahan, desa, hingga lingkungan keluarga.
“Koordinasi ini harus menghasilkan langkah nyata di lapangan. Masyarakat harus ditempatkan sebagai bagian penting dalam sistem pencegahan narkoba,” katanya.
Selain peran masyarakat, Taufik menekankan pentingnya benteng keluarga dalam melindungi generasi muda dari pengaruh buruk narkoba. Orang tua, kata dia, perlu membangun komunikasi terbuka dengan anak serta memahami lingkungan pergaulan mereka.
“Ketahanan keluarga merupakan salah satu benteng utama. Orang tua perlu memberikan perhatian, membangun komunikasi yang baik, dan memahami lingkungan pergaulan anak,” jelasnya.
Di akhir pernyataannya, Taufik berharap sinergi lintas sektor terus diperkuat. Kolaborasi antara BNN, pemerintah daerah, DPRD, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, dan masyarakat harus berjalan seirama.
“Target kita bukan hanya menekan peredaran narkoba, tetapi membangun masyarakat yang memiliki ketahanan kuat terhadap narkoba. Ini menjadi tanggung jawab bersama untuk melindungi generasi penerus Barito Utara,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
x
Seedbacklink