Apresiasi Hangat Waket II DPRD Barito Utara untuk Aksi Cepat Ketua PKK Jenguk Pasien Stunting

redaksi
10 Okt 2026 21:17
3 menit membaca

MUARA TEWEH — Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Barito Utara, Henny Rosgiati Rusli, memberikan apresiasi tinggi atas langkah cepat Ketua Tim Penggerak PKK Barito Utara, Ny. Maya Savitri Shalahuddin, yang langsung menjenguk seorang pasien anak penderita stunting asal Desa Mampuak di RSUD Muara Teweh, Jumat (09/10/2026) pagi. Bagi politikus PDIP itu, apa yang dilakukan Maya Savitri merupakan wujud nyata kehadiran negara di tengah persoalan gizi anak.

“Kami dari DPRD Barito Utara sangat mengapresiasi langkah Bu Maya Savitri. Ini bukan sekadar kunjungan seremonial, tapi bukti bahwa penanganan stunting benar-benar menjadi perhatian serius,” ujar Henny Rosgiati Rusli saat dimintai tanggapan, Jumat sore.

Henny menilai, kunjungan yang langsung disusul dengan Rapat Koordinasi Lintas Sektor tersebut menunjukkan adanya sinergi yang solid antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan keluarga. Menurutnya, pendekatan seperti inilah yang dibutuhkan untuk menekan angka stunting di Barito Utara.

“Stunting bukan hanya soal tinggi badan anak, tapi menyangkut masa depan generasi kita. Kalau penanganannya cepat dan terkoordinasi, kita bisa selamatkan anak-anak kita dari kehilangan kesempatan tumbuh optimal,” tegasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Maya Savitri didampingi Staf Ahli Bupati drg. Dwi Agus Setijowati, jajaran pengurus PKK, dua dokter spesialis anak yakni dr. Komang Artawan, Sp.A, M.Biomed dan dr. Tuti Novianti, Sp.A, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas SosPMD, Kabid Disdalduk, tim PKM Mampuak, serta Kader PKK Teweh Timur. Kehadiran para pemangku kepentingan ini, menurut Henny, menjadi penanda bahwa penanganan stunting tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri.

“Kita butuh kolaborasi lintas sektor. Apa yang dilakukan Bu Maya bersama semua pihak ini adalah contoh konkret bahwa koordinasi itu jalan, bukan hanya di atas kertas,” tambahnya.

Maya Savitri sendiri menegaskan, kunjungan ini merupakan upaya mencegah komplikasi jangka panjang pada anak stunting yang dapat memengaruhi perkembangan otak dan produktivitas di masa depan. Ia menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan, pemberian makanan bergizi seimbang, serta intervensi gizi spesifik, yang harus dibarengi edukasi kepada orang tua tentang pemenuhan gizi dan pola asuh yang baik.

Usai menjenguk pasien, Maya Savitri bersama seluruh pihak terkait langsung menggelar Rakor Lintas Sektor. Rakor itu fokus menyusun langkah pemantauan dan pemeriksaan berkala, sekaligus mengevaluasi program intervensi terpadu menuju Barito Utara bebas stunting.

Henny Rosgiati Rusli berharap, langkah cepat ini dapat menjadi preseden baik bagi seluruh jajaran pemerintahan desa dan kecamatan. Menurutnya, deteksi dini dan respons cepat adalah kunci.

“Saya berharap ini menjadi contoh untuk daerah lain. Jangan tunggu kasusnya banyak. Satu anak saja yang terindikasi stunting, harus langsung ditangani. Itu pesan yang saya tangkap dari langkah Bu Maya,” pungkasnya.

Dengan apresiasi dari Waket II DPRD tersebut, komitmen penanganan stunting di Barito Utara dinilai semakin kuat. Dari ruang perawatan hingga meja rapat, upaya menyelamatkan masa depan anak terus dijaga. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
x
Seedbacklink