
MUARA TEWEH – Keseriusan Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, dalam membenahi disiplin aparatur kembali diuji. Saat memimpin apel pagi di halaman Kantor Bupati pada Rabu (29/10/2025), Bupati justru disambut dengan kuorum peserta yang sangat minim. Jumlah ASN yang hadir dilaporkan “hanya bisa dihitung dengan jari”, sebuah gambaran nyata dari masih rendahnya semangat dan kedisiplinan sebagian pegawai.
Apel yang seharusnya diikuti oleh ASN di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) tersebut berlangsung tanpa kekuatan penuh. Kondisi ini langsung menjadi perhatian utama Bupati Shalahuddin, yang menilai hal ini mencerminkan masalah mendasar dalam komitmen pelayanan.
Dalam amanatnya, Bupati dengan tegas menyoroti esensi dari profesi Aparatur Sipil Negara. Ia menekankan bahwa ASN bukan sekadar pekerjaan, tetapi peran strategis sebagai perekat dan pemersatu bangsa yang memerlukan sikap teladan.
“ASN wajib memiliki sikap yang baik. Disiplin waktu, disiplin dalam berpakaian, saling menghormati di lingkungan kerja, loyalitas, serta menjaga rahasia negara, jabatan, dan pimpinan merupakan hal mendasar yang wajib dijunjung tinggi,” tegas Bupati Shalahuddin.
Peringatan tersebut bukan tanpa alasan. Bupati menyadari betapa besar harapan masyarakat yang ditumpukan kepada setiap ASN sebagai ujung tombak pelayanan publik. Oleh karena itu, nilai-nilai dasar tersebut harus tercermin tidak hanya dalam perkataan, tetapi lebih penting dalam tindakan nyata sehari-hari di kantor maupun di hadapan masyarakat.
“Kita mulai dari lingkup Sekretariat Daerah terlebih dahulu. Mari berikan wujud nyata dalam bekerja dan produktif, sehingga masyarakat dapat melihat dan menilai hal-hal positif dari kinerja kita,” ajak Bupati, menegaskan pentingnya memulai perbaikan dari internal pemerintah sendiri.
Ia juga mengingatkan agar semangat kebersamaan, profesionalisme, dan tanggung jawab kolektif harus selalu dipupuk. Hal ini dinilai krusial untuk menciptakan ekosistem kerja yang mendukung terwujudnya pelayanan terbaik bagi masyarakat Barito Utara.
Meski berlangsung tertib, apel pagi itu meninggalkan catatan kritis. Rendahnya tingkat kehadiran menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah korektif yang sistematis guna membangun kedisiplinan dan etos kerja yang lebih tinggi di jantung birokrasi Barito Utara. (Arnold/red)

You cannot copy content of this page
Tidak ada komentar