Tongkang Telaga Makmur yang Tersangkut di Jembatan Hasan Basri Diminta Tunda Berlayar

redaksi
17 Apr 2025 10:08
DAERAH NASIONAL 0 2078
2 menit membaca

MUARA TEWEH- Tongkang Batu Bara Telaga Makmur yang tersangkut di Jembatan Hasan Basri, Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara pada Selasa (15/04) sudah diminta untuk tidak berlayar oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Barito Utara.

Permintaan untuk tidak beraktivitas itu karena menunggu sampai pihak telaga makmur menandatangani kesanggupan ganti rugi jika ada kerusakan atau gangguan pada jembatan Hasan Basri akibat insiden tersebut.

“Untuk sementara kita minta untuk jangan berlayar dulu sampai mereka menandatangani surat kesanggupan ganti rugi atas kerusakan jembatan Hasan Basri yang disebabkan oleh tersangkutnya kapal Telaga Makmur,” ujar Kabid Sungai dan Penyebrangan Dinas Perhubungan Barut, Nurhadi Agus Wahyudi saat ditemui di ruangannya, Rabu (16/04).

“Format terkait penyataan kesanggupan sudah kita berikan ke mereka,” tambahnya.

Dijelaskan Agus bahwa untuk menilai ada tidaknya kerusakan pada jembatan tersebut, pihaknya sedang menyurati Dinas PUPR Barut dan nanti akan diteruskan ke BPJN untuk dilakukan investigasi. Hal ini karena menjadi kewenangan mereka.

“Kita sedang bersurat ke BPJN karena mereka yang punya kewenangan dan mengerti secara teknis terkait ada tidaknya kerusakan jembatan tersebut yang disebabkan oleh tersangkutnya tongkang,” tuturnya.

“Ketika nanti pihak BPJN menemukan ada yang rusak ya ada yang bersedia bertanggungjawab untuk memperbaiki,” tambahnya.

Saat ditanya terkait apakah tongkang tersebut memiliki persetujuan melintas, Agus mengatakan bahwa terkait persetujuan melintas, pihaknya hanya mengatur tongkang yang bermuatan, sedangkan tongkang yang tidak ada muatan belum ada aturannya.

“Kita hanya atur tongkang yang bermuatan soal persetujuan melintas, sedangkan tongkang kosong belum ada. Tetapi dengan insiden ini akan kita pikirkan untuk mengatur juga,” terangnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh media ini, tongkang Telaga Makmur tersebut berasal dari Samarinda dan dikontrak oleh PT Pada Idi.

Pihak PT Pada Idi melalui ekternalnya Menang Jaya saat dihubungi mengatakan dirinya tidak mengetahui terkait hal tersebut.

“Mohon maaf saya tidak mengetahui soal masalah tongkang itu,” ujarnya saat dikonfirmasi lewat WhatsApp.(Arnold/red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
x
Seedbacklink