Sudah Sebulan Lebih, Pembacok Mertua di Pendreh, Barito Utara, Masih Liar

redaksi
19 Mei 2025 17:56
DAERAH 0 322
2 menit membaca

MUARA TEWEH-Sudah sebulan lebih, Polres Barito Utara, Polda Kalteng belum berhasil menangkap pelaku pembacokan mertua di Pendreh, Barito Utara, pada pertengahan April 2025 lalu. Hingga saat ini, pria bernama Suprianto itu masih liar.

Pelaku yang berstatus sebagai menantu itu membacok mertuanya atas nama Harsono Cokro Aminoto dan Misnawati. Motifnya diketahui karena persoalan perceraian.

Kasat Reskrim Polres Barut AKP Ricky Hermawan saat dikonfirmasi beberapa hari lalu mengatakan bahwa meskipun pelaku belum ditangkap, tetapi keberadaan pelaku sudah diketahui. Pergerakannya terpantau oleh pihaknya.

“Saat ini keberadaan pelaku sudah kita pantau. Kita tunggu momen yang pas untuk menangkap,” ujar Ricky saat dikonfirmasi di ruangannya, Senin (19/05).

Sebagaimana diberitakan media ini 17 April 2025 lalu bahwa peristiwa berdarah itu bermula ketika pelaku dan juga para korban mendatangi rumah nenek pelaku di Jalan Pendreh. Pelaku menggunakan sepeda motor, sedangkan istrinya dan dua mertuanya menggunakan mobil.

Informasi media ini disebutkan bahwa kedatangan mereka untuk membicarakan tentang perceraian adat dalam rumah tangga pelaku. Usai membahas masalah perceraian adat itu, korban bersama anak serta cucunya kembali ke mobil. Saat itu, pelaku merampas anaknya.

“Saat itu neneknya menceramahi pelaku bahwa kalau tidak sanggup mengurus anak mendingan dilepaskan saja,” ujar salah satu saksi kepada media ini saat ditemui di Simpang Jalan Wirapraja.

Kesal diceramahi oleh neneknya, pelaku langsung mencabut parang dipinggangnya lalu mendatangi mertuanya yang berada dibelakang mobil dan membacoknya.

“Kalau tidak salah yang dibacok pertama itu mertua laki-laki, setelah itu mertua perempuan,” ujar saksi yang merupakan penjual sayur itu.

“Lukanya di kepala dan dimuka,” tambahnya sesekali sambil melayani orang yang membeli sayur.

Usai membacok mertuanya, pelaku langsung membawa lari istrinya dengan menggunakan sepeda motor.

Beberapa saat kemudian pihak kepolisian datang dan mengevakuasi dua korban ke Rumah Sakit Umum Daerah Muara Teweh.

Terhadap peristiwa ini salah satu korban saat dikonfirmasi lewat media sosial oleh media ini membenarkannya.

“Iya mas kena timpas di Pendreh,” ujar Misnawati.

Sementara itu, pihak RSUD Muara Teweh melalui Humasnya Agus Redha saat dikonfirmasi kala itu membenarkan ada dua pasien yang merupakan korban pembacokan diantar oleh pihak kepolisian.

“Benar mas. Ada dua orang diantar oleh polisi,” ujar Agus.

“Lukanya di kepala,” tambahnya seraya menolak saat ditanya terkait identitas para korban. (Tim/red).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
x
Seedbacklink