Musrembang di Teweh Timur, Shalahuddin Soroti 4 Kunci Percepatan Pembangunan

redaksi
5 Feb 2026 14:01
DAERAH 0 166
2 menit membaca

MUARA TEWEH– Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, S.T., M.T., mengurai strategi konkret untuk mempercepat realisasi pembangunan daerah. Strategi tersebut menekankan pada pendekatan partisipatif, sinergi program, dan akuntabilitas kinerja. Hal ini disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 Tingkat Kecamatan Teweh Timur, Kamis (5/2), di Aula Kantor Kecamatan setempat.

Dalam forum yang melibatkan camat, perangkat desa, tokoh masyarakat, pemuda, dan berbagai pemangku kepentingan ini, Bupati menegaskan bahwa musrenbang merupakan titik awal yang krusial. Tujuannya, agar semua usulan dari tingkat tapak dapat terintegrasi dengan visi kabupaten dan agenda nasional Asta Cita, serta terealisasi secara terencana dan akuntabel.

“Ini titik awal dari perencanaan yang akan kita lakukan sebelum masuk ke program. Pada kesempatan ini kami mengharap masukan dari seluruh lapisan masyarakat,” jelas Bupati Shalahuddin dalam sambutannya, menggarisbawahi semangat partisipatif dalam perencanaan.

Bupati kemudian membeberkan empat faktor penentu keberhasilan pembangunan yang menjadi fokus perhatian pemerintah daerah. Pertama, kualitas perencanaan dan pemrograman yang harus langsung menyentuh kepentingan masyarakat.

Kedua, ketersediaan anggaran yang dipersiapkan secara matang. “Anggaran daerah yang besar harus diimbangi dengan kerja keras dan ekstra untuk mewujudkan semua program,” tegasnya.

Ketiga, aspek legal dan administratif, berupa pengesahan APBD dan percepatan proses pengadaan. Ia menekankan bahwa percepatan pekerjaan fisik hanya dapat dilakukan setelah kontrak kerja ditandatangani. Untuk memantau implementasi, Bupati melakukan pengawasan ketat melalui indikator penyerapan anggaran di setiap dinas.

“Apabila penyerapan anggarannya ‘datar’ maka bisa dianggap dinas tersebut tidak bekerja. Sebaliknya, apabila grafik penyerapannya cepat/tinggi, berarti ekonomi bergerak,” papar Bupati.

Ia menambahkan, perputaran uang dari penyerapan anggaran ini merupakan kunci untuk menciptakan kemakmuran di tengah masyarakat.

Keempat, Bupati menyoroti faktor sumber daya manusia, yakni kualitas aparatur sipil negara (ASN) sebagai tulang punggung pelaksanaan program.

Dengan memaparkan empat pilar strategis tersebut, Musrenbang Teweh Timur tidak hanya menjadi ruang penjaringan aspirasi, tetapi juga penegasan komitmen pemerintah daerah untuk menjadikan perencanaan sebagai instrumen kolaboratif yang berorientasi pada hasil nyata bagi kesejahteraan masyarakat Barito Utara. (Arnold/red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
x
Seedbacklink