MUARA TEWEH – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Utara, Edi Pran Aji, menyambut positif pelantikan Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (BATAMAD) setempat. Ia menilai lembaga adat tersebut berpotensi menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga ketertiban dan kelestarian budaya.
Pernyataan itu disampaikan usai pelantikan BATAMAD Barito Utara beberapa waktu lalu. Menurut Edi, kehadiran barisan tersebut merupakan bentuk partisipasi aktif masyarakat adat dalam memelihara keamanan dan kearifan lokal.
“Keberadaan BATAMAD adalah wujud nyata tanggung jawab sosial budaya masyarakat Dayak. Mereka bukan hanya menjaga kampung halaman, tetapi juga menjadi benteng pelestarian adat istiadat,” tegasnya.
Legislator dari daerah pemilihan Muara Teweh itu menekankan, peran BATAMAD dapat bersinergi dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan untuk menciptakan kondusivitas di tingkat akar rumput. Ia mendorong agar terbangun koordinasi yang solid untuk menghindari kesalahpahaman.
“Fungsi mereka dalam menjaga wilayah adat dari ancaman seperti perambahan hutan ilegal atau pelanggaran adat sangat krusial. Perlu mekanisme komunikasi yang jelas dengan pemerintah desa hingga kabupaten, juga dengan Polisi dan TNI,” paparnya.
Edi juga mengingatkan agar BATAMAD beroperasi dengan berpedoman pada hukum nasional dan aturan adat yang berlaku. Menurutnya, prinsip utamanya adalah menjaga, bukan mengganggu ketertiban.
“Saya yakin dengan bimbingan kearifan para tetua adat, BATAMAD akan menjadi organisasi yang bermanfaat bagi masyarakat Barito Utara,” pungkas Edi.
Pelantikan BATAMAD Barito Utara dihadiri oleh sejumlah tokoh adat, perwakilan pemuda, dan masyarakat setempat. Keberadaan barisan ini diharapkan dapat memperkuat perlindungan wilayah adat dan nilai-nilai luhur leluhur Dayak di daerah tersebut. (Old)
Tidak ada komentar