Serapan Anggaran Baru 7%, Bupati Barito Utara Ancang-Ancang Evaluasi Kadis

redaksi
25 Mar 2026 11:22
2 menit membaca

MUARA TEWEH– Capaian penyerapan anggaran di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barito Utara per hari ini masih berada di angka yang jauh dari target. Memasuki periode krusial, Bupati memperingatkan jajarannya untuk melakukan percepatan ekstrem atau menghadapi konsekuensi tegas, termasuk evaluasi jabatan.

Dalam arahannya yang berapi-api, Shalahuddin mengungkapkan kekesalannya karena realisasi anggaran baru mencapai 6,38 persen, atau jika dibulatkan hanya 7 persen. Angka ini sangat timpang jika dibandingkan dengan target yang telah ditetapkan sebesar 18,5 persen.

“Hari ini penyerapan anggaran kita masih di 6,38 persen. Targetnya 18,5 persen, berarti kita minus hampir 11 persen lebih. Di akhir bulan nanti, targetnya harus 20 persen,” tegas Bupati dalam sebuah apel pagi yang digelar di Arena Tiara Batara Muara Teweh, Rabu (25/3).

Dengan selisih defisit yang sangat besar, Bupati menginstruksikan seluruh Kepala Dinas untuk bergerak cepat. Fokus utama yang ditekankan adalah percepatan lelang dan percepatan pekerjaan fisik di lapangan, terutama pada sektor-sektor vital seperti pertanian, kesehatan, pendidikan, serta pekerjaan umum.

“Segera lakukan percepatan, terutama percepatan lelang dan percepatan pekerjaan. Tanpa percepatan lelang, tanpa program selesai, tanpa ada kontrak, tidak mungkin kita melakukan percepatan pekerjaan di lapangan,” ujarnya.

Peringatan keras disampaikan kepada para pejabat yang dinilai lalai. Bupati menyatakan tidak akan segan melakukan evaluasi menyeluruh dan eliminasi jabatan bagi mereka yang tidak mampu mencapai target.

“Saya tidak mengenal posisi, teman dekat, atau keluarga. Kalau tidak bisa mengikuti, sampaikan kepada eselon 3, 4, 2. Jangan pernah bangga dengan jabatan. Hari ini Bapak Ibu mundur, atau saya ganti besok pagi. Itu bisa. Ada yang lebih hebat, banyak yang menunggu,” ancam Bupati dengan nada tegas.

Ia menekankan bahwa evaluasi merupakan bagian dari mekanisme kerja yang akan dilakukan secara berjenjang, mulai dari kepala bidang hingga asisten. Bahkan, bagi pegawai yang tidak disiplin, akan diberikan teguran hingga tindakan tegas berupa “cuci besar” atau penempatan di rumah tanpa tunjangan jabatan.

 

“Saya akan mengevaluasi dan itu memang cara kerja saya. Biasakan belajar, yang menilai kita bukan kita sendiri. Tiga kali teguran, masih seperti ini, beri cuci besar tiga bulan, biar di rumah saja daripada mengganggu disiplin yang lain,” pungkasnya.

Diakhir sambutannya, mantan Kadis PUPR Provinsi Kalteng mengajak seluruh jajaran untuk memperkuat niat bekerja sebagai bentuk ibadah dan pengabdian demi kemajuan Barito Utara, serta memohon doa agar target-target pembangunan dapat tercapai dalam waktu lima tahun ini. (Arnold/red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
x
Seedbacklink