MUARA TEWEH – Suasana di Arena Tiara Batara, Muara Teweh, Rabu pagi (25/3/2026), berubah menjadi panggung refleksi kepemimpinan. Usai libur panjang Idulfitri, Bupati Barito Utara, Haji Shalahuddin, memimpin apel bersama dan menyampaikan pesan keras namun penuh makna soal pentingnya menjaga “Marwah” atau kehormatan diri bagi seluruh aparatur sipil negara dilingkungan Pemkab Barut.
Dalam amanatnya, Bupati menegaskan bahwa pangkat dan kedudukan bukanlah jaminan kesuksesan. Justru sikap, tingkah laku, dan perbuatanlah yang akan menentukan keberhasilan seseorang dalam kehidupan maupun birokrasi.
“Marwah itu adalah kehormatan diri, martabat, dan harga diri. Saya mengingatkan kepada seluruh yang hadir, tanpa kecuali, untuk mawas diri,” ujar Shalahuddin di hadapan para kepala dinas, ASN, dan pegawai lingkup Pemkab Barito Utara.
Orang nomor satu di Bumi Iya Mulik Bengkang Turan itu menggarisbawahi dua pilar utama dalam menjaga Marwah. Pertama, bekerja sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kedua, setiap pemimpin wajib menyampaikan kebenaran.
“Apalagi kepala dinas, wajib menyampaikan kebenaran. Jika kita tidak memulai dari hal yang benar, Kabupaten Barito Utara tidak akan maju,” tegasnya.
Bupati juga mengkritisi fenomena pemimpin yang hanya “hebat di mulut” tanpa dibarengi aksi nyata. Ia mengingatkan bahwa waktu akan membuktikan segalanya.
“Ada yang hebat ngomongnya saja, hebat pandernya saja. Tunggu satu bulan, dua belas bulan, paling lama akan ketahuan mana yang benar-benar hebat,” ujarnya dengan nada tegas.
Untuk menjadi pemimpin sejati, Shalahuddin mengajak seluruh jajarannya meneladani filosofi Ki Hajar Dewantara, yakni Ing Ngarso Sung Tulodo (di depan memberi teladan). Ia mencontohkan, seorang atasan yang melarang merokok karena alasan kesehatan, namun ia sendiri merokok, maka keteladanan itu tidak akan berjalan.
“Kita semua adalah pemimpin. Ada yang memimpin rumah tangga, ada yang memimpin dinas. Jadilah teladan yang baik, baik dalam berkata maupun bersikap terhadap lingkungan,” pesannya.
Di akhir amanatnya, mantan Kadis PUPR Provinsi Kalteng itu memberikan peringatan keras terkait evaluasi kinerja. Ia mengaku akan mengevaluasi jajarannya, terutama yang dinilai tidak memiliki keselarasan visi atau jarang mengikuti arahan.
“Saya akan evaluasi. Saya tahu alasannya. Bagi saya, ini soal bagaimana kita menjaga amanah,” pungkas Shalahuddin.
Apel bersama yang berlangsung khidmat ini menjadi momentum awal bagi jajaran Pemkab Barito Utara untuk memulai lembaran baru pasca Idulfitri dengan komitmen menjaga kehormatan diri dan kebenaran dalam bekerja. (Arnold/red)
Tidak ada komentar