
MUARA TEWEH– Suasana berbeda terlihat di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Muara Teweh. Dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 tahun 2026, pihak lapas menggelar tes urine mendadak. Bukan hanya untuk warga binaan, tetapi juga untuk para petugas.
Kegiatan yang berlangsung transparan dan profesional ini melibatkan 35 orang warga binaan serta seluruh jajaran petugas pemasyarakatan, termasuk dari Balai Pemasyarakatan (Bapas) Muara Teweh. Langkah ini menjadi bentuk komitmen nyata menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang benar-benar bersih dari narkoba.
Kepala Lapas Kelas IIB Muara Teweh, Halasson Sinaga, menegaskan bahwa tes urine ini bukan sekadar seremonial. Ia ingin menunjukkan bahwa perang melawan narkoba tidak boleh ada kompromi.
“Pemberantasan narkoba adalah tanggung jawab bersama. Petugas harus menjadi contoh dan garda terdepan. Lapas harus bersih dari narkoba, dan ini komitmen zero narkoba tanpa kecuali,” tegas Halasson, Rabu (6/4/2026).
Tes urine tersebut merupakan implementasi dari tema Hari Bakti Pemasyarakatan tahun ini, yaitu “Pemasyarakatan Kerja Nyata Pelayanan Prima”. Selain sebagai deteksi dini, kegiatan ini juga menjadi langkah preventif sekaligus uji integritas bagi aparatur pemasyarakatan.
Sinergi antara Lapas dan Bapas Muara Teweh dinilai sebagai strategi jitu untuk memperkuat pengawasan, baik di dalam maupun luar lapas. Hasilnya? Seluruh rangkaian tes berlangsung tertib dan kondusif.
Lewat aksi nyata ini, Lapas Muara Teweh mengirim pesan tegas: institusi pemasyarakatan harus berintegritas, profesional, dan konsisten mendukung gerakan nasional perang terhadap narkoba. Lingkungan yang sehat dan bebas narkoba adalah kunci utama pembinaan yang produktif. (Arnold/red)

You cannot copy content of this page
Tidak ada komentar