Polisi Gugur Saat Gerebek Narkoba di Katingan, Bareskrim Berduka dan Back-Up Penuh

redaksi
2 Jul 2026 23:09
NASIONAL 0 42
2 menit membaca

Jakarta — Duka menyelimuti jajaran Kepolisian Republik Indonesia. Aipda Yudhie Perdana Putra, anggota Satresnarkoba Polres Katingan, gugur dalam tugas mulia memberantas peredaran gelap narkotika. Insiden tragis ini terjadi saat penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, pada Rabu (1/7) malam hingga Kamis (2/7) dini hari.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, atas nama institusi menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Pria berpangkat satu melati di pundaknya itu menegaskan bahwa gugurnya Aipda Yudhie adalah pengingat betapa berat dan berisikonya perang melawan narkoba.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum Aipda Yudhie Perdana Putra yang gugur saat menjalankan tugas memberantas peredaran narkotika. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Eko dalam keterangannya, Kamis (2/7).

Peristiwa berdarah ini bermula saat Satresnarkoba Polres Katingan menindaklanjuti informasi masyarakat mengenai dugaan peredaran sabu di desa tersebut. Hasil penyelidikan mengarah pada seorang Target Operasi (TO) berinisial BIO, yang diketahui merupakan residivis kasus narkotika. Sebanyak 12 personel dikerahkan dalam operasi yang terbagi dalam dua tim. Namun, situasi berubah genting saat proses penangkapan berlangsung. Massa yang diduga simpatisan pelaku melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam dan senjata api rakitan, memaksa personel bertahan dan bahkan berenang menyeberangi sungai.

Dalam amukan massa itu, Aipda Yudhie ditemukan meninggal dunia dengan luka akibat senjata tajam. Dua rekannya, Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, masih dalam pencarian tim gabungan. Menyikapi hal ini, Bareskrim Polri bergerak cepat.

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri memastikan akan memberikan dukungan penuh atau back-up menyeluruh kepada jajaran Polda Kalimantan Tengah dan Polres Katingan. Dukungan ini mencakup proses pencarian dua personel yang hilang, pengamanan wilayah pasca-insiden, hingga upaya pengungkapan tuntas jaringan narkotika dan penuntasan para pelaku penyerangan.

“Kami akan melakukan backup penuh terhadap jajaran di lapangan, baik dalam proses pencarian anggota yang masih belum ditemukan, pengamanan wilayah, maupun pengungkapan tuntas jaringan narkotika dan pelaku penyerangan terhadap anggota Polri,” tegas Brigjen Eko.

Dirnarkoba Bareskrim juga menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh atas setiap operasi pemberantasan narkotika. Hal ini untuk memastikan kesiapan maksimal personel dalam menghadapi berbagai potensi ancaman di masa mendatang, tanpa mengurangi ketegasan dalam memberantas kejahatan narkotika yang mengancam generasi bangsa.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
x
Seedbacklink