MUARA TEWEH – Di tengah hiruk-pikuk birokrasi yang kerap terperangkap rutinitas, Bupati Barito Utara H. Shalahuddin, S.T., M.T. menggugah kesadaran aparatur untuk kembali pada esensi pengabdian. Di hadapan jajaran Dinas Pendidikan, ia menegaskan bahwa pekerjaan pemerintah bukan sekadar formalitas, melainkan panggilan jiwa untuk melayani rakyat.
Pesan itu disampaikan Shalahuddin saat memimpin apel pagi di halaman kantor Dinas Pendidikan Barito Utara, Kamis (20/8/2026). Dalam amanatnya, ia secara terang-terangan mengajak seluruh pegawai menanamkan tiga pilar utama: disiplin, tanggung jawab, dan semangat kerja yang membara.
“Cintai pekerjaan, bekerja dengan semangat, disiplin dalam setiap langkah, dan berikan yang terbaik untuk Barito Utara,” tegasnya dengan nada penuh keyakinan.
Bupati menilai, profesionalisme aparatur lahir dari pemahaman utuh akan tugas pokok yang diemban. Bukan sekadar datang, duduk, dan pulang, tetapi hadir sebagai solusi bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan. Karena itu, ia meminta setiap pegawai membangun sikap positif terhadap profesi yang dipilih.
“Pekerjaan yang kita jalankan adalah bentuk pengabdian. Maka, kesungguhan dan komitmen untuk memberikan pelayanan optimal adalah keniscayaan,” ujarnya.
Arahan tersebut mendapat respons positif dari Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara, M. Iman Topik. Ia menyatakan siap menindaklanjuti pesan kepala daerah dengan memperkuat budaya kerja di lingkungan dinas yang dipimpinnya.
“Bagi kami di Dinas Pendidikan, disiplin dan tanggung jawab merupakan bagian penting dalam mendukung pelayanan pendidikan. Apa yang menjadi arahan Bapak Bupati akan kami tindaklanjuti dengan terus memperkuat semangat kerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tutur Iman.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas pelayanan pendidikan membutuhkan komitmen kolektif seluruh aparatur. Dengan konsistensi dan profesionalisme, pelayanan kepada masyarakat—terutama di sektor pendidikan—diharapkan kian efektif dan menyentuh kebutuhan riil warga.
H. Shalahuddin berharap, semangat yang ditanamkan dalam apel pagi tersebut tidak berhenti pada seremonial belaka. Ia menginginkan kedisiplinan dan kecintaan terhadap pekerjaan menjelma menjadi budaya kerja sehari-hari yang melekat, demi kemajuan Barito Utara yang lebih gemilang.
Tidak ada komentar