Haji Al Hadi Dukung Bimtek Digitalisasi Pembelajaran, Sebut Guru Harus Melek Teknologi

redaksi
1 Okt 2026 22:15
Barito Utara DPRD 0 0 View
3 menit membaca

MUARA TEWEH — Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Haji Al Hadi, memberikan apresiasi dan dukungan penuh atas langkah Dinas Pendidikan (Disdik) Barito Utara yang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Digitalisasi Pembelajaran dan Pembuatan Konten Digital. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan terobosan tepat untuk mendorong guru semakin kreatif dan inovatif di era teknologi.

“Saya sangat mengapresiasi dan mendukung penuh langkah Disdik Barito Utara menggelar bimtek digitalisasi pembelajaran ini. Ini adalah investasi jangka panjang untuk meningkatkan mutu pendidikan di daerah kita,” ujar Haji Al Hadi saat dimintai tanggapan.

Bimtek yang berlangsung pada Rabu, 30 September 2026 itu diikuti oleh ratusan guru dan tenaga pendidik. Kegiatan ini bertujuan memperkuat literasi digital sekaligus mewujudkan pembelajaran yang lebih inovatif, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik di era modern.

Bagi politikus PKB itu, penguasaan teknologi bagi guru bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Menurutnya, guru yang adaptif terhadap perkembangan digital akan mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih menarik dan bermakna bagi siswa.

“Guru tidak bisa lagi hanya mengandalkan metode konvensional. Anak-anak kita sekarang hidup di era digital. Kalau gurunya tidak melek teknologi, pembelajaran akan tertinggal. Bimtek ini menjadi jawaban atas tantangan tersebut,” tegasnya.

Haji Al Hadi juga menyoroti pentingnya kemampuan guru dalam menciptakan konten digital yang berkualitas. Menurutnya, keterampilan ini akan membuat proses belajar mengajar lebih hidup dan tidak monoton.

“Kemampuan membuat konten digital itu sangat penting. Guru bisa menyajikan materi dengan lebih menarik, sehingga minat belajar siswa meningkat. Ini yang kita harapkan dari bimtek ini,” tambahnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara, M. Iman Topik, S.IP., M.Si., sebelumnya menegaskan bahwa digitalisasi bukan sekadar soal penggunaan perangkat teknologi. Menurutnya, esensi dari digitalisasi adalah bagaimana teknologi mampu dimanfaatkan secara maksimal untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih menarik, efektif, dan bermakna.

“Perkembangan teknologi menuntut pendidik untuk terus beradaptasi. Melalui bimtek ini, kami mendorong para guru agar semakin kreatif dan inovatif. Teknologi bukan pengganti guru, melainkan sarana untuk memperkuat kreativitas dalam mengajar,” ujar Iman Topik.

Kegiatan yang dibuka oleh Sekretaris Disdik Barito Utara, Dr. Sunarty S., S.Pd., M.Pd., ini turut dihadiri jajaran pejabat struktural, di antaranya Kepala Bidang P3NF, Era Santayani, S.E., serta Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian Bidang P3NF, Novita Ariani Dewi, S.Pd.

Haji Al Hadi berharap, program serupa dapat terus dilanjutkan dan diperluas jangkauannya, tidak hanya di perkotaan tetapi juga hingga ke pelosok desa. Menurutnya, pemerataan kualitas pendidikan harus menjadi perhatian bersama.

“Jangan sampai guru di daerah terpencil tertinggal. Program seperti ini harus menyentuh semua. DPRD akan mendukung penuh upaya peningkatan kapasitas guru di Barito Utara,” pungkasnya.

Melalui bimbingan teknis ini, Disdik Barito Utara berharap para pendidik dapat menjadi agen perubahan. Guru yang adaptif diharapkan mampu melahirkan pembelajaran yang inovatif, sehingga mutu pendidikan di Kabupaten Barito Utara semakin maju dan berdaya saing. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
x
Seedbacklink