MUARA TEWEH – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Agung Al-Hidayah, Muara Teweh, pada Senin malam. Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, bersama Sekretaris Daerah (Sekda) dan jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) muslim melaksanakan Sholat Isya dan Tarawih berjamaah. Kehadiran para pemimpin daerah itu tidak hanya sekadar menjalankan agenda safari Ramadan, tetapi juga menjadi simbol kesetaraan di hadapan Sang Pencipta.
Dalam momen ibadah tersebut, Bupati Shalahuddin menegaskan pentingnya melepas atribut keduniawian ketika berada di barisan saf. Ia menyebut, di dalam masjid tidak ada lagi sekat pemimpin dan bawahan, apalagi pejabat dan rakyat.
“Rasanya luar biasa bisa berada di barisan saf yang sama dengan masyarakat Muara Teweh, meresapi setiap ayat suci yang dibacakan, dan menyadari bahwa di hadapan Sang Khalik kita semua adalah sama tanpa memandang derajat maupun pangkat,” ujar Shalahuddin dalam pernyataannya, Senin (23/2) malam.
Shalahuddin menjelaskan bahwa kehadiran seluruh jajaran pimpinan daerah dalam satu masjid bukanlah sekadar seremonial belaka. Menurutnya, kegiatan ini merupakan upaya untuk menguatkan soliditas tim secara spiritual.
“Saya percaya bahwa pemimpin yang sering bersujud bersama rakyatnya akan lebih mudah merasakan apa yang menjadi kegelisahan dan harapan masyarakatnya. Sehingga pembangunan yang kita jalankan bisa lebih berkah dan tepat sasaran,” imbuhnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Barito Utara yang akrab disapa “Pahari” untuk terus menjaga semangat ibadah di bulan suci ini. Tak lupa, ia meminta warga menyisipkan doa terbaik untuk kemajuan Bumi Iya Mulik Bengkang Turan di setiap penghujung sholat.
“Semoga setiap sujud kita malam ini dicatat sebagai penggugur dosa dan pembuka pintu keberuntungan bagi daerah kita tercinta menuju hari kemenangan yang fitri nanti,” tutupnya. (Old)
Tidak ada komentar