Muara Teweh – Suara lantang menolak perundungan di lingkungan pendidikan menggema dari Ketua TP PKK Kabupaten Barito Utara. Dalam seruannya, ia mengajak seluruh elemen sekolah—mulai dari siswa, guru, hingga orang tua—untuk bahu-membahu menciptakan ekosistem pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah anak.
“Bullying dalam bentuk apa pun tidak boleh dibiarkan. Mari saling menghargai, saling mendukung, dan menumbuhkan sikap empati agar setiap anak dapat belajar, berkembang, dan meraih cita-citanya dengan bahagia,” ujar Ketua TP PKK Barito Utara di Muara Teweh, belum lama ini.
Pernyataan tegas ini muncul di tengah meningkatnya keprihatinan publik terhadap kasus perundungan yang kerap terjadi di lingkungan sekolah. Menurutnya, sekolah seharusnya menjadi tempat kedua yang paling aman bagi anak setelah rumah, bukan justru menjadi arena intimidasi yang dapat merusak masa depan generasi penerus bangsa.
Ia menekankan bahwa pendidikan karakter yang berlandaskan empati dan penghormatan terhadap sesama harus ditanamkan sejak dini. Peran aktif guru dan orang tua menjadi kunci dalam membentuk kesadaran kolektif bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk merasa aman dan dihargai.
“Anak hebat tumbuh dari lingkungan yang penuh kasih sayang, bukan dari perundungan,” tegasnya dengan nada penuh keyakinan.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh pihak untuk tidak tinggal diam jika menyaksikan adanya indikasi perundungan di sekitar mereka. Pelaporan dan penanganan yang cepat dan tepat, katanya, menjadi langkah awal memutus rantai perilaku negatif yang dapat merusak mental dan perkembangan anak.
Gerakan ini menjadi bagian dari komitmen TP PKK Barito Utara dalam mendukung terciptanya generasi yang sehat secara fisik, mental, dan sosial. Dengan lingkungan sekolah yang aman, anak-anak diharapkan dapat tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, berprestasi, dan siap menyongsong masa depan gemilang.
“Katakan Tidak pada Bullying! Sekolah Aman, Anak Nyaman, Masa Depan Gemilang,” pungkasnya menutup pernyataan dengan semangat.
Tidak ada komentar