MUARA TEWEH-Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Lintas Muara Teweh-Banjarmasin, Km 20, Desa Hajak, Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara, Jumat (2/05) sekitar pukul 05.30 WIB.
Kecelakaan maut itu melibatkan minibus jenis Innova Reborn dari arah Kandui dengan bus angkutan Karyawan perusahaan tambang yang disampingnya bertuliskan Padang Karunia Group.
Berdasarkan informasi yang diperoleh media ini dari Polres Barut, awalnya mobil Innova Reborn berwarna putih dan bernopol KT1643KS melaju dari Kandui menuju Muara Teweh. Mobil yang dikendarai oleh Ade Aditya Dzaffa Ryan itu membawa sejumlah penumpang.
“Saat dilokasi kejadian ada jalan berlubang dan digenangani air. Di depan Innova Reborn ada sepeda motor jenis Honda Revo tanpa plat nomor yang dikendarai oleh Supardi,” terang Kapolres Barito Utara AKBP Singgih Febiyanto melalui Kasatlantas Polres Barit, Iptu Novendra WP, Minggu (04/05).
Upaya untuk menghindari jalan berlubang yang digenangi air serta menyalip sepeda motor Revo merah, tiba-tiba dari arah berlawanan muncul Bus pengangkut karyawan Padang Karunia Group yang dikemudi Nofrianto.
“Karena jarak sudah sangat dekat, akhirnya Innova Reborn menabrak bagian kanan depan Hino Bus bernopol KH 7002 EH,” ujar Novendra dalam rilis yang diterima awak media ini.
Tak hanya menabrak Hino Bus warna putih, Innova Reborn yang oleng itu menyerempet sepeda motor Revo merah yang dikendarai warga asal Desa Hajak.
“Akibat dari kecelakaan itu dua orang atas nama Al Syu’aib dan Sudarmin meninggal dunia. Sedangkan sopir Innova Reborn dan pemotor Revo mengalami luka ringan serta dirawat di RSUD Muara Teweh,” terangnya.
Tak hanya korban jiwa, kecelakaan tersebut juga menyebabkan sejumlah kerusakan parah pada kendaraan Innova Reborn dan juga Hino Bus.
Saat ini, pihak Satlantas Polres Barut masih melakukan penyelidikan dan barang bukti sudah diamankan di Mapolres setempat.
“Untuk barang buktinya sudah kita amankan di Mapolres Barut,” terangnya.
Sementara itu, terpisah kepada media ini, HRD PT Padang Anugerah atau Padang Karunia Group, M. Hasri membantah bus yang terlibat kecelakaan tersebut bukan milik perusahaannya.
“Unit bus dan drivernya punya CV Berkat Saudara pak,” ujar Hasri via WhatsApp.
Saat ditanya hubungannya dengan PT Padang Anugerah atau Padang Karunia Group, Hasri mengatakan untuk antar jemput karyawan.
” Bus dan drivernya punya Berkat Saudara untuk antar jemput karyawan,” ujar Hasri.
Informasi tentang kecelakaan lalu lintas yang melibatkan Bus milik salah satu perusahaan tambang mendapat reaksi dari sejumlah warganet di media sosial. Sejumlah netizen yang sering melintasi jalan Muara Teweh-Banjarmasin meminta agar bus dan juga angkutan tambang batu bara tidak ugal-ugalan ketika melintas di jalan umum. Hal ini untuk menghindari terjadinya kecelakaan. (Tim/red)
Tidak ada komentar