Hadapi Inflasi Pangan, Hery Jhon Setiawan Munculkan Gagasan KEPAK BATARA

redaksi
25 Nov 2025 18:13
2 menit membaca

MUARA TEWEH–Ditengah inflasi yang hampir tak terkendali di semua wilayah di tanah air, muncul gagasan segar dari seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berkarya di Barito Utara Namanya Hery Jhon Setiawan.

Gagasan segar dan lahir dari hal yang sederhana itu merupakan sebuah proyek perubahan yang diberi nama KEPAK BATARA (Keluarga Berdaya, Pangan Terjaga, Inflasi Terkendali).

ASN yang kini Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Keuangan menjelaskan bahwa KEPAK BATARA merupakan sebuah terobosan inovatif untuk diimplementasikan di Barito Utara sebagai salah satu upaya mengendalikan inflasi.

Lebih lanjut, mantan Plt Kadis Pertanian itu juga menjelaskan bahwa KEPAK BATARA lahir sebagai respons atas tantangan inflasi pangan yang menggerus daya beli masyarakat. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan kontribusi sektor pangan terhadap inflasi di Barito Utara mencapai 65%, diperparah dengan ketergantungan pasokan dari luar daerah yang lebih dari 60% dan prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan sebesar 9,83%.

Program ini menawarkan pendekatan yang berbeda dari program konvensional dengan mengusung empat inovasi utama. Inovasi pertama adalah “Hyperlocal Food System” yang memanfaatkan lahan pekarangan rata-rata 200-500 m² per KK dengan teknologi urban farming seperti hidroponik dan vertikultur untuk produksi pangan intensif di radius terdekat konsumen.

Inovasi kedua adalah “Community-Based Value Chain” yang membangun ekosistem ekonomi sirkular. Melalui sistem barter “Yuk Barter Batara” dan community currency, surplus produksi kebun keluarga dapat dipertukarkan tanpa ketergantungan pada uang tunai, sekaligus memperkuat resiliensi ekonomi komunitas.

Tidak kalah unik, KEPAK BATARA mengadopsi “Gamification Approach” melalui sebuah aplikasi mobile. Masyarakat sebagai peserta program dapat melacak progress kebun, mendapatkan badges untuk pencapaian tertentu, dan berkompetisi secara sehat, sehingga meningkatkan engagement dan partisipasi.

Hery Jhon Setiawan, selaku inisiator program, menegaskan bahwa KEPAK BATARA dirancang dengan pentahapan yang jelas. “Kami mulai dengan pilot project di Desa Trahean melibatkan 20 keluarga, kemudian akan diekspansi hingga 100 keluarga. Target jangka panjangnya adalah penurunan inflasi pangan di bawah 2% dan peningkatan produksi pangan rumah tangga sebesar 20%,” paparnya.

Dengan pendekatan yang menyasar akar masalah dan memanfaatkan potensi lokal, KEPAK BATARA diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi mampu menciptakan ekosistem ketahanan pangan berkelanjutan yang memberdayakan setiap keluarga di Barito Utara. (Arnold/red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
x
Seedbacklink